Tradisi Mubeng Beteng Keraton Jogja digelar Malam 1 Suro alias Tahun Baru Jawa digelar besok malam dan terbuka untuk masyarakat umum. Namun ada beberapa imbauan kepada masyarakat yang hendak ikut serta.
Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng akan digelar pada Selasa (16/6) malam. Sesuai namanya, agenda ini merupakan inisiasi dari kawula atau masyarakat, tepatnya oleh Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.
"Jadi agenda ini memang bukan Hajad Dalem milik Keraton Yogyakarta ya, tapi inisiatif dari Abdi Dalem dan masyarakat dalam rangka nyengkuyung keraton sebagai pusat kebudayaan," terang Ketua Paguyuban Abdi Dalem Karaton Yogyakarta, KRT Kusumanegara dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara sosial dan kolektif, kami bersama-sama menjalankan lampah budaya Mubeng Beteng ini, menyatukan rasa untuk menjalani refleksi bersama demi menyambut tahun baru yang lebih baik," sambung Kanjeng Kusumanegara.
Mubeng Beteng selalu menyedot atensi masyarakat karena dibuka untuk umum. Kanjeng Kusumanegara pun menyambut seluruh elemen masyarakat yang hendak bergabung dalam agenda Lampah Budaya Mubeng Beteng ini.
Lantaran agenda ini bukan agenda resmi Keraton, tidak ada aturan resmi bagi masyarakat yang ikut berjalan mengelilingi beteng. Namun, Kanjeng Kusumanegara mengimbau untuk tetap saling menjaga kenyamanan, keheningan, ketertiban, dan kekhidmatan acara.
"Monggo untuk seluruh Abdi Dalem yang akan bergabung kami imbau bisa menggunakan busana pranakan dan kebaya jangkep," terang Kanjeng Kusumanegara.
"Bagi masyarakat umum, bisa bergabung dengan busana yang bebas rapi sopan dan nyaman, ya jadi kami harapkan tidak pakai celana pendek," imbaunya.
Sementara, dikutip dari akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan DIY, @dinaskebudayaandiy, tak ada aturan khusus bagi masyarakat yang akan ikut mubeng beteng. Namun tertulis beberapa imbauan untuk sama-sama ditaati.
"Demi menjaga kekhusukan dan kelancaran acara, seluruh peserta diharapkan mengenakan pakaian yang sopan dan rapi, tidak membawa atribut organisasi, komunitas, lembaga, maupun partai tertentu, serta senantiasa menjaga ketertiban dan kebersihan selama kegiatan berlangsung," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja, Senin (15/6).
Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Mubeng Beteng digelar untuk menyambut Tahun Baru Jawa Be 1960. Agenda diawali dengan pembacaan macapat yang melantunkan kidung pengharapan untuk tahun baru yang lebih baik.
Pembacaan macapat sendiri akan dimulai pukul 21.00 WIB di Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, sebelum nantinya pada pukul 23.00-23.50 WIB akan dilakukan seremonial dan persiapan pemberangkatan peserta Lampah Budaya Mubeng Beteng di lokasi yang sama.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi