Info Dab! Mubeng Beteng Keraton Jogja 1 Suro Digelar Malam Rabu

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 12 Jun 2026 20:57 WIB
Ilustrasi mubeng beteng Keraton Jogja. Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Prosesi tahunan memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H atau Tahun Baru Jawa 1 Sura Be-1960, Lampah Budaya Mubeng Beteng kembali diselenggarakan Paguyuban Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Prosesi ini akan digelar 16 Juni mendatang, atau malam Rabu.

Sebagai informasi, Mubeng Beteng merupakan tradisi berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta dalam suasana hening, tertib, dan khidmat. Prosesi ini difasilitasi langsung oleh Dinas Kebudayaan DIY dan terbuka bagi masyarakat umum.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menerangkan kegiatan ini bukan merupakan Hajad Dalem atau hajatan Karaton, melainkan Hajad Kawula Dalem, yaitu hajatan yang diinisiasi dan dilaksanakan oleh para abdi dalem.

"Sebagai wujud laku budaya yang diwariskan secara turun-temurun," terang Dian dalam keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Jumat (12/6/2026).

Dalam filosofi Jawa, lampah budaya tanpa bicara (tapa bisu) bukan sekadar aktivitas berjalan kaki, melainkan sarana introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir melalui laku tapa bisu, pengendalian diri, serta munajat kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan pada tahun yang akan datang.

Lampah Budaya Mubeng Beteng akan dilaksanakan pada hari Selasa, 16 Juni 2026 malam hingga Rabu, 17 Juni 2026 dini hari.

"Kegiatan ini gratis, tidak ada registrasi, bebas tidak dipungut biaya bagi masyarakat umum yang akan mengikutinya," jelas Dian.

Rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 18.00 WIB dengan agenda macapatan pada pukul 21.00 WIB. Kemudian pelepasan rombongan tepat pada pukul 24.00 WIB yang ditandai dengan bunyi lonceng sebanyak 12 kali.

Demi kelancaran dan ketertiban acara, dan khususnya menjaga kekhusukan acara, masyarakat dimohon mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh panitia, yaitu berpakaian yang sopan dan rapi, Tidak membawa atribut organisasi/komunitas/lembaga/partai tertentu serta menjaga ketertiban dan kebersihan.

Adapun untuk rute lampah budaya tanpa bicara (tapa bisu) tahun ini dijadwalkan menempuh jalur tradisional arsitektur benteng Keraton. Berikut rute, titik start, dan finish Mubeng Beteng:

Kagungan Dalem (KgD) Kamandungan Lor (Keben)-Jalan Rotowijayan-Jalan Pekapalan-Jalan Kauman-Jalan KH. Ahmad Dahlan (Agus Salim)-Jalan KH. Wahid Hasyim-Jalan MT. Haryono-Jalan Mayjend Sutoyo-Jalan Brigjend Katamso-Jalan Ibu Ruswa-Jalan Pekapalan Alun-alun Utara-Jalan Rotowijayan-Kembali ke KgD Kamandungan Lor (Keben).



Simak Video "Begini Euforia di Jogja Financial Festival & Run D-City 2026"

(apu/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork