Lampah Budaya Mubeng Beteng, memperingati Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H atau Tahun Baru Jawa 1 Sura Be-1960, di Keraton Jogja bakal dihelat pada Selasa (16/6) malam. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti tradisi ini, bagaimana caranya?
"Kegiatan ini gratis, tidak ada registrasi, bebas tidak dipungut biaya bagi masyarakat umum yang akan mengikutinya," jelas Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6/2026).
Dian menuturkan, kegiatan ini tidak dilaksanakan langsung oleh Keraton (Hajad Dalem), tetapi oleh para abdi dalem (Hajad Kawula Dalem). Prosesi ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan DIY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai wujud laku budaya yang diwariskan secara turun-temurun," kata Dian.
Sebagai informasi, Mubeng Beteng merupakan tradisi berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta dalam suasana hening, tertib, dan khidmat.
Dalam filosofi Jawa, lampah budaya tanpa bicara (tapa bisu) bukan sekadar aktivitas berjalan kaki, melainkan sarana introspeksi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir melalui laku tapa bisu, pengendalian diri, serta munajat kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan pada tahun yang akan datang.
Nantinya, Mubeng Beteng akan dimulai pada dini hari, ditandai dengan bunyi lonceng sebanyak 12 kali.
Rangkaian Acara
Dikutip dari akun Instagram Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta @dinaskebudayaandiy, acara dimulai dari Selasa (16/6) pukul 20.00 WIB. Berikut rangkaiannya:
- 20.00-21.00 WIB: Kehadiran Peserta
- 21.00-23.00 WIB: Pembacaan Macapat
- 23.00-23.30 WIB: Pembukaan
- 23.30-23.50 WIB: Pemberangkatan Mubeng Beteng
Rute Mubeng Beteng
Kagungan Dalem (KgD) Kamandungan Lor (Keben)
|
Jalan Rotowijayan
|
Jalan Kauman
|
Jalan H. Agus Salim
|
Jalan KH. Wahid Hasyim
|
Jalan Suryowijayan
|
Jalan MT. Haryono
|
Jalan Mayjend Sutoyo
|
Jalan Brigjen Katamso
|
Jalan Ibu Ruswa
|
Jalan Pekapalan Alun-alun Utara
|
Jalan Rotowijayan
|
Kembali ke KgD Kamandungan Lor (Keben)
(apu/apu)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya