Mitos Melewati Beringin Kembar Alun-alun Kidul Jogja dan Berhasil Melintasinya

Mitos Melewati Beringin Kembar Alun-alun Kidul Jogja dan Berhasil Melintasinya

Desi Rahmawati - detikJogja
Jumat, 24 Apr 2026 12:00 WIB
Beringin Kembar Alun-Alun Jogja. Mitos beringin kembar Jogja.
Beringin Kembar Alun-Alun Jogja (Foto: Dok. Kundha Kabudayan DIY)
Jogja -

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki daya tarik dari berbagai destinasi wisatanya, termasuk Alun-alun Kidul. Kawasan Alun-alun Kidul ini begitu terkenal akan pohon beringin kembar tua yang berdiri kokoh di bagian tengah.

Kedua beringin legendaris Alun-Alun Kidul Jogja itu sering dijadikan ritual masangin. Apa itu? Sederhananya, masangin adalah ritual melewati beringin kembar dalam keadaan mata tertutup.

Konon, permainan tersebut memiliki mitos bagi mereka yang berhasil melintasinya. Seperti apakah mitos tersebut? Yuk, telusuri bersama dalam uraian berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Beringin Kembar di Alun-alun Kidul Jogja

Sebelum menyelami lebih jauh ritual masangin, ada baiknya detikers kenalan dulu dengan beringin kembar Alun-Alun Kidul Jogja.

ADVERTISEMENT

Pohon Beringin kembar di Alun-alun Kidul Yogyakarta merupakan dua pohon beringin berpagar yang berada di tengah lapangan dan dikenal dengan sebutan waringin kurung atau waringin sengkeran. Menurut informasi dari situs Cagar Budaya DIY, kedua pohon yang terletak di tengah lapangan ini bernama supit urang dan menjadi bagian penting dari tata ruang Alun-alun Kidul.

Selain dua pohon tersebut, terdapat pula dua beringin lain di sisi selatan yang berada di ujung utara jalan menuju Plengkung Nirbaya (Plengkung Gading). Namanya Wok (BrΓ©wok).

Di ketiga sisi Alun-alun Kidul juga terdapat lima ruas jalan yang melambangkan pancaindra manusia. Jalan-jalan tersebut meliputi satu jalan lurus di sisi selatan yang segaris dengan Siti Hinggil Kidul dan mengarah ke Plengkung Nirbaya hingga Panggung Krapyak, serta masing-masing dua ruas jalan di sisi timur dan barat alun-alun.

Asal-usul Mitos Ritual Masangin

Mitos Masangin berawal dari tradisi lama di lingkungan Kesultanan Yogyakarta. Dirujuk dari laman Dinas Pariwisata DIY, tradisi ini berkaitan dengan ritual topo bisu yang dilakukan setiap malam 1 Suro oleh para prajurit dan abdi dalem keraton.

Dalam ritual tersebut, mereka berjalan mengelilingi benteng tanpa berbicara. Para abdi dalem berkeliling mulai dari halaman Keraton menuju pelataran alun-alun hingga melewati kedua beringin kembar di Alun-alun Kidul.

Aktivitas melewati beringin kembar ini dipercaya sebagai bentuk keyakinan untuk mencari berkah dan perlindungan dari serangan musuh. Dari tradisi inilah kemudian berkembang kepercayaan bahwa seseorang yang mampu melintasi dua pohon beringin dengan mata tertutup akan mendapatkan keberkahan.

Selain itu, pada zaman dahulu, kawasan Alun-alun Kidul juga digunakan sebagai tempat latihan prajurit, termasuk melatih konsentrasi dengan berjalan di antara dua pohon beringin. Kepercayaan semakin berkembang dengan adanya anggapan bahwa di antara kedua pohon tersebut terdapat jimat tolak bala yang mampu mengusir musuh.

Mitos Berhasil Melintasi Beringin Kembar Alun-alun Kidul Jogja

Kembali dirujuk dari laman Dinas Pariwisata DIY, ritual Masangin atau permainan melewati beringin kembar Alun-alun Kidul menjadi mitos yang paling terkenal bagi wisatawan di tempat ini. Dipercaya, siapa saja yang berhasil berjalan lurus melewati celah di antara kedua pohon dengan mata tertutup, keinginan atau hajatnya akan terkabul.

Meskipun terlihat mudah, banyak orang justru gagal melakukannya. Tidak sedikit yang berjalan melenceng atau bahkan berputar-putar jauh dari jalur yang seharusnya. Hal ini kemudian dikaitkan dengan kepercayaan bahwa hanya orang dengan hati bersih dan niat lurus yang dapat berhasil melewati kedua beringin tersebut.

Selain itu, muncul pula keyakinan bahwa siapa pun yang mampu melewati kedua pohon tersebut memiliki kemampuan untuk menolak bala. Kepercayaan ini semakin memperkuat daya tarik mitos permainan Masangin yang hingga kini masih terus dicoba oleh banyak orang, baik masyarakat lokal maupun wisatawan.

Itulah uraian terkait mitos melewati beringin kembar di Alun-alun Kidul Jogja bagi mereka yang berhasil melintasinya. Apakah detikers tertarik mencobanya?

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads