Pertapaan Kembang Lampir Gunungkidul Ditutup, Pengunjung Masih Berdatangan

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 16 Mar 2026 15:33 WIB
TitleSuasana lokasi pertapaan Kembang Lampir di Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Senin (16/3/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Pengunjung pertapaan Kembang Lampir di Girisekar, Panggang, Gunungkidul, saat ini tidak bisa mengakses lokasi inti tempat pertapaan tersebut. Aturan ini berlaku sejak 2024 atas perintah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pantauan detikJogja, Senin (16/3/2026), suasana pertapaan di Kembang Lampir yang dikenal memiliki kaitan dengan berdirinya kerajaan Mataram Islam itu sangat sepi. Tampak pula gerbang utama untuk masuk ke lokasi inti Kembang Lampir tertutup rapat dengan rantai yang digembok.

Sedangkan di luar gerbang tersebut tampak terpasang tenda berwarna biru. Di dalam tenda itu terdapat tempat duduk dan wadah untuk menaruh ubarampe.

Salah satu Juru Kunci Kembang Lampir, Trisno Sumarto (70), mengatakan penutupan akses menuju lokasi inti Kembang Lampir ii bertepatan masa pemilu, khususnya pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 lalu. Menurutnya, semua itu atas perintah Keraton Jogja.

"Masih ada tamu yang ke sini, tapi untuk naik ke atas tidak boleh sejak tahun 2024, tepatnya saat Pilpres. Kalau alasannya apa, itu dhawuh (perintah) dari Keraton," katanya saat ditemui di Kembang Lampir, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, Senin (16/3/2026).

Pria yang memiliki nama pemberian Keraton Jogja, Sulakso Sekarsari, ini menjelaskan penutupan akses ke lokasi pertapaan ini juga pernah terjadi saat orde baru.

"Dulu juga pernah seperti itu, sebelum lengsernya pak Soeharto tutup tiga tahun dan setelah lengser buka lagi," ucapnya.

Meski tertutup untuk masyarakat umum, juru kunci tetap boleh naik ke lokasi inti Kembang Lampir untuk melakukan pembersihan. Begitu pula dengan utusan dari Keraron Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Tapi kalau ada orang Keraton dibuka dan setiap pagi juga tetap kami bersihkan seperti biasa," ujarnya.

Tenda berwarna biru yang terpasang di depan sekitar gerbang utama masuk ke lokasi inti Kembang Lampir. Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Sebagai gantinya, juru kunci mendirikan tenda di depan sisi samping gerbang masuk ke lokasi inti Kembang Lampir. Tenda ini biasa digunakan orang yang berziarah.

"Meski ditutup tetap banyak pengunjung, karena itu didirikan tenda itu," katanya.

Trisno mengatakan pengunjung tidak ada mempersoalkan penutupan akses ke lokasi inti Kembang Lampir. Pasalnya, pengunjung tahu jika Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah pemilik lokasi tersebut.

"Dengan ditutupnya itu tidak ada tamu yang berkomentar," ujarnya.




(ams/ahr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork