Melihat Karya 220 Fotografer Muda Dunia di Pameran Visual Symphony ISI Jogja

Melihat Karya 220 Fotografer Muda Dunia di Pameran Visual Symphony ISI Jogja

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Minggu, 08 Feb 2026 15:30 WIB
Melihat Karya 220 Fotografer Muda Dunia di Pameran Visual Symphony ISI Jogja
Suasana pameran foto Indonesia International Youth Photo Festival di Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Sewon, Bantul, Minggu (8/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja.
Bantul -

Federasi Perkumpulan Senifoto Indonesia (FPSI) menggelar pameran foto Indonesia International Youth Photo Festival di Galeri RJ Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Sewon, Bantul. Uniknya, peserta pameran maksimal harus berumur 25 tahun.

Ketua Umum FPSI, Agatha Anne Bunanta, menjelaskan pameran bertaraf internasional ini mengusung tema 'Visual Symphony: Melodies of the World in a Frame'. Selain itu, ada 13 negara yang berpartisipasi dalam pameran tersebut.

Adapun 13 negara itu terdiri dari Indonesia, Brazil, Amerika Serikat, Oman, Mesir, Thailand, Cyprus, Filipina, Vietnam, Romania, Spanyol, Turki dan Tiongkok. Pameran ini menghadirkan beragam perspektif visual serta isu global dari sudut pandang generasi muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kenapa temanya visual symphony? Jadi seperti alunan nada-nada yang dalam hal ini secara visual," katanya kepada detikJogja di ISI Jogja, Sewon, Bantul, Minggu (8/2/2026).

ADVERTISEMENT
Suasana pameran foto Indonesia International Youth Photo Festival di Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Sewon, Bantul, Minggu (8/2/2026).Suasana pameran foto Indonesia International Youth Photo Festival di Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Sewon, Bantul, Minggu (8/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Agatha melanjutkan, pameran fotografi internasional ini menerima 1018 karya 380 fotografer muda yang berasal dari 13 negara. Namun, setelah melalui seleksi ketat hanya ada 220 karya dari 214 mahasiswa dan 6 pelajar dari 13 negara telah terpilih untuk dipamerkan.

"Untuk pesertanya maksimal berusia 25 tahun, karena ini festival anak-anak muda," ujarnya.

Sedangkan alasan membatasi umur peserta, Agatha menyebut untuk menggenjot kepercayaan diri fotografer muda. Selain itu, dalam pameran tersebut FPSI ingin mengenalkan Indonesia ke kancah internasional.

"Jadi kami ingin bagaimana mengajak para generasi muda ini tidak takut menampilkan foto-fotonya. Karena kadang-kadang mereka takut dan itu harus dimulai dari dalam negeri agar mereka percaya diri jika nantinya ikut pameran di luar negeri," ucapnya.

Agatha menambahkan, bahwa pameran tersebut akan berlangsung hingga tanggal 14 Februari 2026. Selain itu, tidak ada pungutan biaya untuk masyarakat yang hendak menyaksikan pameran bertaraf internasional tersebut.

"Selain pameran fotografi ada juga workshop fotografi dan lomba fotografi," katanya.

Suasana pameran foto Indonesia International Youth Photo Festival di Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Sewon, Bantul, Minggu (8/2/2026).Suasana pameran foto Indonesia International Youth Photo Festival di Galeri R.J. Katamsi Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Sewon, Bantul, Minggu (8/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

Salah satu peserta pameran Indonesia International Youth Photo Festival, Dheasey Amboningtyas, mengatakan memamerkan satu karya foto dalam pameran tersebut. Adapun karyanya berjudul 'Mount Merapi'.

"Kalau alasan saya tertarik mengikuti pameran ini karena berskala internasional, ini terlihat dari melibatkan karya fotografer dari berbagai negara," katanya kepada detikJogja hari ini.

Menurutnya, dengan mengikuti pameran tersebut bisa menambah pengalaman dalam menggeluti dunia fotografi. Selain itu, pameran tersebut juga sebagai ajang menambah jejaring antarfotografer.

"Peserta juga mendapatkan pengalaman dan wawasan internasional hingga sumber inspirasi. Pameran ini menurut saya juga berperan penting sebagai tempat pertemuan bagi pecinta fotografi dan mendorong kreativitas generasi muda di dunia fotografi," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Setyono, mengatakan foto yang dipamerkan bagus. Terlebih menampilkan visual budaya di Indonesia.

"Kalau saya sebagai orang awam melihat pameran ini bagus, foto-fotonya bagus dan banyak yang tentang Indonesia. Mungkin pameran ini tujuannya mau mengenalkan Indonesia juga," ujarnya.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads