Melihat Progres Proyek Jembatan Kewek-RTH Abu Bakar Ali

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 27 Okt 2026 16:54 WIB
Potret Jembatan Kewek, Selasa (27/10/2026) sore. Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja
Jogja -

Dua proyek pembangunan di Kota Jogja tengah dikebut untuk memenuhi target selesai pada Desember 2026 mendatang, yakni revitalisasi Jembatan Kewek dan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks lahan tempat parkir Abu Bakar Ali. Berikut progres dua proyek di ujung utara jalan Malioboro tersebut.

Potret Jembatan Kewek, Selasa (27/10/2026) sore Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

Jembatan Kewek

Pantauan detikJogja sore ini, badan jembatan baru sudah selesai dipasang menggantikan badan jembatan yang lama. Tonggak fondasi kokoh juga tampak kuat menopang badan jembatan baru.

"Ya Jembatan Kewek ya alhamdulillah progresnya sudah bagus ya. Sekarang sudah bisa mencapai sekitar 78% lah kita lihat," jelas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Selasa (27/10/2026).

"Ya sekarang badan jembatannya sudah, ya artinya main building-nya itu sudah jadi. Mungkin tinggal diikuti dengan finishing yang lainnya. Mudah-mudahanlah (selesai sesuai target)," sambungnya.

Proyek tersebut kini tengah berfokus merapikan lingkungan sekitar jembatan. Seperti dinding sungai hingga taman Adi Pura di sisi barat jembatan. Kata Hasto, pembangunan lingkungan sekitar jembatan ini lah yang cukup memakan waktu.

"Kita akan menyusul untuk merapikan lingkungannya, kalau nanti jembatan sudah jadi, maka kemudian lingkungannya akan kita rapikan," ujar Hasto.

"Hanya memang untuk merapikan lingkungan itu butuh waktu juga karena setelah jembatan jadi, baru kita bisa bekerja untuk merapikan lingkungannya, karena lingkungannya kan ada taman, ada air mancur itu, itu yang menjadi tugas kami selanjutnya ya," imbuhnya.

Potret RTH Abu Bakar Ali, Selasa (27/10/2026) sore Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja

RTH Abu Bakar Ali

Sementara untuk progres pembangunan RTH Abu Bakar Ali, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan pihaknya masih terus menggenjot pembangunan supaya bisa selesai sesuai target yakni Desember 2026.

Pantauan detikJogja, lahan eks tempat parkir Abu Bakar Ali tersebut sudah tertutup tanah. Puluhan pohon tinggi sudah tertanam menunggu tumbuh subur. Bangunan kecil yang akan digunakan untuk toilet umum pun juga sudah berdiri.

"Targetnya kan di 22 Desember, insya Allah itu semua selesai. Kemarin kan panasnya luar biasa, jadi memang ada pepohonan yang mungkin perlu apa namanya dia bisa bertahan. Tinggal perdu-perdunya itu yang belum di tanam," ujar Made saat ditemui di Kompleks Kepatihan, hari ini.

"Saya kira itu harus diakselerasi ya karena saya melihat kurang sesuai dengan ekspektasi saya. Karena kan Desember kan tinggal ya 1 bulan lebih lah, 1 setengah bulan gitu. Ya mungkin tadi berkaitan dengan saluran air drainasenya gitu ya, terus pengaturan infrastruktur," imbuhnya.

RTH Abu Bakar Ali, kata Made, tidak dirancang sebagai tempat nongkrong. Tak ada tempat parkir namun tersedia jogging track mini untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin berolahraga.

"Nggak ada parkir, itu free semua itu untuk ruang publik terbuka. Ada penjaganya, untuk antisipasi agar nantinya tempatnya itu tidak ada tempat anak-anak yang nongkrong atau nanti tiba-tiba ada penjual dadak," ujar Made.

"Dia menyediakan ruang yang ada tanamannya, ada jogging track-nya ya walaupun sebenarnya kan ya lari-lari kecil lah atau untuk dinikmati. Jadi yang penting tidak kemudian untuk kongkow-kongkow. Jadi ya tetap untuk kita beri nafaslah bagi Kota Jogja gitu," lanjutnya.

Pelaksana Lapangan, Arif menambahkan sekitar 26 jenis pohon besar akan ditanam di RTH Abu Bakar Ali. Tanaman-tanaman kecil akan ditanam di sekitar pohon-pohon besar untuk menambah asri.

RTH Abu Bakar Ali tidak akan ada plesteran melainkan tanah subur yang ditanami rumput. Hanya jogging track yang akan diplester dengan bahan yang sama dengan pedestrian Malioboro.

"Kalau jenis pohonnya total ada di 25 sampai 26-an, kalau jumlah pohon besarnya itu di 172-an unit. Kalau pohon kecilnya itu banyak sih, tiap pohon besar itu nanti kelilingnya ada tanaman-tanaman perdu," jelas Arif saat ditemui di RTH Abu Bakar Ali.

"Kalau konsep jogging track-nya tentunya lingkaran, kan di sini ada 5 as, kan ada pohon besar sendiri-sendiri, ada lima as pohon, itu dibentuk lingkaran nanti diameternya beda-beda. Yang paling besar itu yang paling belakang, yang paling sisi timur," pungkasnya.



Simak Video "Video Penerima Anugerah Program Inovasi Pembangunan detikJateng-Jogja Awards 2026"

(apl/dil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork