Lahan Eks TKP Abu Bakar Ali Bakal Disulap Jadi Hutan Kota

Lahan Eks TKP Abu Bakar Ali Bakal Disulap Jadi Hutan Kota

Adji G Rinepta - detikJogja
Rabu, 28 Jan 2026 18:48 WIB
Lahan Eks TKP Abu Bakar Ali Bakal Disulap Jadi Hutan Kota
Kondisi pembongkaran TKP Abu Bakar Ali, Selasa (12/8/2025). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja.
Jogja -

Pemda DIY terus melakukan upaya penataan kota Jogja sejalan dengan cita-cita menjadikan Sumbu Filosofi jadi kawasan rendah emisi. Termasuk di lahan bekas tempat khusus parkir (TKP) Abu Bakar Ali yang berada di sisi utara jalan Malioboro direncanakan dijadikan hutan kota.

Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan usai pembersihan lahan Eks TKP Abu Bakar Ali, proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk menyulap lahan itu menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dilakukan.

"Lahan ABA itu kan ke depan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), kemarin sudah diskusi juga, itu nanti menjadi hutan kota," jelas Made saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Rabu (28/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah kemarin, DED sudah dipaparkan dengan kita, cuma masih ada revisi. Jadi ini mau seperti apa kan mau taman kota atau hutan kota," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Pembahasan mengenai rencana pembangunan hutan kota ini, kata Made, masih berkutat pada teknis. Termasuk pohon yang akan ditanam hingga detail-detail kecil seperti bangku taman. Meski begitu ia menegaskan, tahun ini rencana tersebut akan dieksekusi.

"Kemarin juga ada masalah, (tanaman) perdu terlalu banyak. Jadi dari sisi maintenance-nya itu agak susah. Dan kemudian kami bicara di situ berkaitan dengan jangan terlalu banyak bangku-bangku, karena nanti jadi seperti kumuh lagi, banyak PKL. Nah itu masih kami minta revisi untuk itu. Insyallah 2026 ini tereksekusi," ujarnya.

Namun, lanjut Made, rencana pembangunan hutan kota sebagai upaya menjadikan kawasan rendah emisi, harus diimbangi penataan kawasan parkir. Terlebih jika rencana menjadikan Malioboro full pedestrian diterapkan.

Diketahui, di sekitar Malioboro kini terdapat TKP Beskalan, Ketandan, dan Senopati. Menurut Made, penataan tempat parkir akan fokus di beberapa lokasi tersebut. Terlebih lagi, terkait adanya rencana besar melarang bus wisata masuk kota Jogja.

"Tidak hanya bicara Ketandan optimal ya, sekarang kan Beskalan sudah ditambah lagi, TM 1 (Teras Malioboro 1) juga ada parkir. Nah, ini termasuk di Ketandan itu kan sudah jebol (tembus), nyambung Beringharjo, nyambung Sriwedani," ungkap Made.

"Kita masih melihat kemungkinan apakah itu bisa nanti digunakan untuk manuver. Karena kan ketika kebijakan pembatasan atau pelarangan bus masuk kota, itu kan kita juga perlu memikirkan itu," sambungnya.

Terkait rencana melarang bus wisata masuk kota Jogja, solusi yang dimunculkan adalah memaksimalkan lahan 2,6 hektare di Terminal Giwangan sebagai pool. Namun solusi itu, kata Made, masih perlu digodok lebih rinci lagi.

"Kemudian Taman Senopati, belum mungkin melakukan penataan, saya tidak tahu, tapi tidak untuk bus ya. Itu makanya kita perlu koordinasi dengan Kota (Pemkot Jogja), bagaimana sesegera mungkin Giwangan itu disiapkan," papar Made.

"Kan ada 2,6 hektare (lahan di Giwangan), itu untuk segera ada penyiapan terkait dengan itu. Sehingga di sana (Senopati) itu sebenarnya untuk pengendapan kendaraan tradisional juga bisa, terus untuk yang roda empat, bukan untuk bus," pungkasnya.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads