Gelaran penghargaan bagi sejumlah tokoh bertajuk detikjateng-Jogja Awards akan digelar minggu ini tepatnya Jumat (23/10). Rangkaian acara akan diadakan di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang.
Kemeriahan detikjateng-Jogja Awards 2026 tidak hanya menghadirkan para tokoh yang punya andil dalam setiap kategori penghargaan. Nantinya juga akan diadakan diskusi yang tidak kalah menariknya.
Diskusi yang bertajuk 'Forum Investasi Jawa Tengah' akan membedah mengenai potensi Jawa Tengah sebagai gerbang investasi Indonesia. Nantinya, akan ada banyak pembahasan terkait dengan investasi terutama di wilayah Jawa Tengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gelaran ini akan melibatkan para tokoh, kepala daerah dan sejumlah stakeholder ini mengusung tema 'Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan'.
Sejumlah tokoh yang dijadwalkan akan hadir sebagai pembicara, di antaranya Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji; Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun; dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Hadir pula Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan sebagai narasumber tamu.
Diskusi ini akan mengulik mengenai potensi investasi di jateng yang jadi salah satu destinasi investasi paling menjanjikan di Indonesia. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong berbagai kebijakan sebagai upaya menghadirkan iklim investasi agar semakin kompetitif.
Sebagai bukti adanya ketertarikan investasi di Jateng, terlihat dari hasilnya sepanjang 2025. Tercatat realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 88,50 triliun. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya atau ada peningkatan sebesar 28 persen.
Tidak hanya itu, tingginya minat investor ke wilayah Jateng juga menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja. Diharapkan dengan adanya Forum Investasi Jawa Tengah 2026 di KEK Industropolis Batang, pemerintah, investor, dan pengelola kawasan industri bisa semakin memperkuat kolaborasi guna mempercepat masuknya investasi.
Dengan begitu nantinya Jawa Tengah tidak hanya menjadi tujuan investasi yang menarik, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri.
