Curhat Tukang Permak Baju Pasar Bantul Bertahan Saat Pengunjung Kian Sepi

Curhat Tukang Permak Baju Pasar Bantul Bertahan Saat Pengunjung Kian Sepi

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Minggu, 20 Sep 2026 07:20 WIB
Salah satu jasa permak baju di Pasar Bantul saat menjahit pakaian, Jumat (18/9/2026).
Salah satu jasa permak baju di Pasar Bantul saat menjahit pakaian, Jumat (18/9/2026). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja)
Bantul -

Penyedia jasa permak pakaian di Pasar Bantul mengeluhkan sepinya pengunjung pasar berdampak pada pemasukan sehari-hari. Kondisi ini membuat omzet harian mereka menurun drastis.

"Sekarang ini sepi pengunjung, dapat Rp 50 ribu sehari saja alhamdulillah," kata salah satu penyedia jasa permak pakaian di Pasar Bantul, Sarjilah (52) kepada detikJogja, Jumat (18/9/2026).

Saat ramai, Sarjilah mengaku bisa meraup omzet hingga ratusan ribu rupiah. Namun, kondisi itu tidak terjadi setiap hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ramai bisa dapat ratusan ribu, tapi itu pas Lebaran atau anak-anak masuk sekolah ajaran baru," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sarjilah mengungkapkan, penurunan omzet itu karena sepinya pengunjung pasar. Selain itu, saat ini banyak masyarakat yang belanja pakaian melalui e-commerce.

"Sejak banyak yang beli online ya sepi seperti ini. Karena kalau beli di pasar kan mereka biasanya permaknya sekalian di pasar, kalau beli online ya permaknya di tempat lain," ucapnya.

Terlebih, Sarjilah hanya buka mulai pukul 08.00-13.30 WIB. Sedangkan masyarakat yang memanfaatkan jasanya juga bisa dihitung dengan jari.

"Sehari itu tidak pasti yang permak ke saya berapa orang, yang penting disyukuri saja," katanya.

Wanita yang sejak SMP menggeluti dunia jahit menjahit ini berharap kondisi pasar bisa kembali lagi ramai. Mengingat banyaknya pengunjung bisa menambah pundi-pundi rupiah Sarjilah.

"Ya harapannya bisa ramai lagi saja," ujarnya.

Senada dengan Sarjilah, penyedia jasa permak pakaian di Pasar Bantul lainnya yakni Sumartini (49) mengaku baru dua tahun menggeluti jasa permak di Pasar Bantul.

"Kalau saya baru dua tahunan ini di sini karena menggantikan Simbah," ucap warga Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul ini.

Terkait sepinya pengunjung pasar, Sumartini membenarkannya. Mengingat jasa permak hanya ramai di saat-saat tertentu saja.

"Kalau mau Lebaran ramai, kalau masuk sekolah juga ramai karena pada permak kan. Tapi sekarang ya tidak tentu, tapi tidak apa-apa yang penting cukup buat belanja kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sedangkan penyedia jasa permak pakaian di Pasar Bantul lainnya, Umi (60), warga Pandak, Bantul mengaku sudah puluhan tahun menjadi penjahit. Selama itu pula, baru kali ini jasanya sepi.

"Saya sudah sekitar 30 tahun menjadi penjahit permak di Pasar Bantul. Kalau ditanya sepi ya memang sepi, wong Lebaran itu juga terkadang sepi karena sekarang banyak yang beli online toh," ujarnya.

Terkait sehari bisa mengerjakan berapa potong pakaian, Umi mengaku tidak bisa memastikannya. Mengingat jumlah orang yang ingin permak di tempatnya tidak menentu.

"Sehari seadanya saja, ada berapa ya saya kerjakan. Kalau bukanya pagi sampai siang atau sore, buka jam delapan pagi sampai jam tiga sore," ucapnya.

Di sisi lain, Umi mengaku sebagai penyedia jasa memang harus siap jika terjadi naik turun pelanggan. Umi menilai yang terpenting selalu bersyukur saja karena rezeki sudah diatur Tuhan.

"Sudah biasa, naik turun itu biasa, dijalani saja. Kenapa? Karena rezeki sudah ditakar Gusti Allah, yang penting kita jangan lupa bersyukur saja," katanya.



(aku/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads