Warga sekitar Pasar Kolombo, Condongcatur, Depok, Sleman, kini tak perlu risau jika tak punya waktu untuk berbelanja ke pasar. Pasalnya, kini belanja di Pasar Kolombo kini bisa melalui website pasarkolombo.id dan belanjaan diantar ke rumah.
"Karena baru uji coba, itu baru sekitar 7 pedagang yang dilibatkan, yang diuji coba untuk pemasaran melalui online ini," kata Wakil Lurah Pasar Kolombo, Guntoro, saat ditemui di Pasar Kolombo, Kamis (17/9/2026).
Guntoro menjelaskan, layanan ini adalah proyek pengembangan dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pusekra) UGM. Proyek ini berawal saat masa Pandemi Covid-19 lalu dan baru-baru ini mulai disempurnakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jaman Covid itu kan kerja sama dengan Pusat Studi Kerakyatan Ekonomi UGM yang dipimpin oleh Pak Puthut, tapi waktu itu karena Covid sudah selesai dan sudah tidak berkembang lagi," ujar dia.
"Ini baru, baru penyempurnaan, kemudian menyempurnakan beberapa kelemahan yang dulu terjadi waktu akun ini dilakukan di jaman COVID itu," sambung Guntoro.
Website pasarkolombo.id diresmikan pada 5 September 2026. Meski demikian, statusnya masih uji coba. Untuk itu, pedagang yang membuka lapak di website itu baru tujuh pedagang. Tiap satu pedagang mewakili varian komoditas yang dijual di Pasar Kolombo.
"Jadi memang diambil dari berbagai yang mewakili pasar Kolombo ini, los basah itu ada ayam, ada daging, ada ikan, nah itu diwakili satu orang. Sayur juga satu orang, perabot rumah tangga satu orang, karena juga masih ada berbagai keterbatasan baik uji coba juga akun ini, juga dari kami karena tenaga untuk kurirnya itu juga masih masih terbatas," kata Guntoro.
Meski sudah dua pekan diluncurkan, Guntoro menjelaskan, pesanan yang masuk melalui pasarkolombo.id baru sekitar sepekan terakhir. Itu pun jumlahnya masih sedikit dan tidak menentu.
Untuk tenaga antar dan admin, pihak pasar sementara mengerahkan tenaga penarik retribusi. Satu orang yang menangani pesanan di website, satu orang lagi sebagai kurir.
"Kalau ada pesanan, mereka berdua itu yang mengakomodasi pesanan dari konsumen ke pedagang. Jadi sementara ini belum belum stabil ya, setiap hari belum tentu ada yang pesan, tapi sudah ada beberapa pedagang yang dagangannya itu laku melalui ini," ujarnya.
Tak ada penambahan biaya jika masyarakat belanja melalui website pasarkolombo.id saat ini. Tapi, untuk jarak pengantaran sementara dibatasi maksimal tiga kilometer dari Pasar Kolombo.
Admin dan kurir pasarkolombo.id, Fahmi Al-Kahfi mengatakan sayur dan daging menjadi komoditi yang sering dipesan melalui website ini.
"Sayuran sama daging-dagingan gitu. Ini sehari masih, karena baru mulai, itu sekitar 5 sampai 8 transaksi," ungkap Fahmi.
"Kita ngantarnya daerah-daerah sini aja. Biasanya kalau Ngaglik, itu daerah Sardonoharjo sama Sinduharjo kelurahannya. Terus kalau ke barat itu ada Mlati. Terus kalau ke selatan itu masih Caturtunggal sama Condongcatur aja," imbuhnya.
Fahmi bilang, cara pemesanan melalui website ini sama seperti website e-commers pada umumnya. Pesanan ditutup jam 10.00 pagi, jika pesanan masuk di atas jam itu akan diantarkan esok hari.
Untuk sistem pengantaran, petugas akan menunggu seluruh pesanan masuk. Kemudian baru diantarkan ke alamat. Pembayaran bisa dilakukan di website melalui qris atau saat barang tiba di lokasi
"Tiap harinya rata-rata perumahan, segmennya kelompok perumahan. Close ordernya jam 10, nanti kalau (pesanan) setelah jam 10 pengantaran untuk besok pagi. Biasanya (pesan) malam, dari malam udah ada yang pesen, terus kita pagi tinggal ngantar," ujar Fahmi.
"Nggak punya akun tetap bisa (pesan), nanti pembayarannya via QRIS. Iya bisa (bayar saat barang tiba), sebelumnya kan kalau mau (antar) kita dapat nomor kontaknya langsung. Kita mau pembayaran langsung atau besok aja pas COD gitu," lanjutnya.
Peneliti Pusekra UGM, Hempri Suyatna, menjelaskan platform pasarkolombo.id termasuk dalam proyek Pasar Rakyat Digital V2.0 dikembangkan melalui pendekatan kolektif dan gotong royong.
"Program ini melibatkan pedagang, pengelola pasar, masyarakat, serta berbagai pihak pendukung dalam satu ekosistem pasar rakyat," ujar Hempri dalam keterangan tertulis.
Peneliti Pusekra UGM, Puthut Indroyono menjelaskan uji coba platform ini dilakukan pada 12 September 2026 hingga 12 Oktober 2026. Ada fasilitas gratis ongkir selama masa riset berlangsung.
Dalam proses ujicoba ini, pihaknya akan melihat bagaimana sistem bisa diterapkan secara langsung hingga mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu dikembangkan.
"Dari pelaksanaan uji coba ini, kami ingin melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu disempurnakan, sehingga apabila nantinya dikembangkan lebih luas, kita sudah lebih siap dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," jelas Puthut.
Berikut langkah-langkah untuk mulai berbelanja melalui pasarkolombo.id:
- Buka website pasarkolombo.id
- Pilih produk yang akan dibeli
- Checkout dan lakukan pembayaran dengan QRIS
- Pesanan akan diantar oleh kurir di keesokan harinya setelah pesanan dilakukan untuk menjamin produk tetap segar
