PT Jasa Marga menemui Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk melaporkan progres pembangunan tol ruas Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Beberapa hal dibahas terkait penyesuaian jalur tol agar bisa melayani pemudik saat Lebaran 2027 esok.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menjelaskan pertama pihaknya melaporkan progres ruas tol Jogja-Solo terutama pembangunan ruas Prambanan-Purwomartani yang menurutnya sudah 98 persen.
"Sekarang sudah siap 98% dari Prambanan sampai Purwomartani. Bahkan di Purwomartani ini ditambahkan lagi dengan adanya elevated ya, atau dengan penambahan jembatan menuju ke Bokoharjo," jelas Rivan usai pertemuan di Kompleks Kepatihan, Kamis (6/8/2026) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu ini adalah satu upaya untuk memastikan bahwa pengaturan arus lalu lintas tidak langsung memadat di Adisutjipto, dan sekaligus juga untuk mendukung seluruh wilayah, baik ke Bantul, Gunungkidul, maupun juga bisa menggunakan Jalan Raya Wonosari," sambungnya.
Jalur Bokoharjo adalah jalan Kabupaten yang nantinya menghubungkan tol Jogja-Solo ke jalan tembusan Sleman-Gunungkidul. Kata Rivan, jalur Bokoharjo ini sudah terbangun 1,9 Km dari total 3 Km. Dengan tersambungnya tol ke jalan Sleman-Gunungkidul, manfaat tol bisa turut dirasakan masyarakat Gunungkidul hingga Bantul.
"Ya sebetulnya exit tol-nya kan ada di Purwomartani, tapi akses terhadap exit tol ini ditambahkan lebih dari 1,9 sampai 2 km sampai di Bokoharjo. Jadi sangat membantu. Dan termasuk untuk masyarakat juga yang contoh dari Jogja Selatan lewat Jalan Raya Wonosari juga bisa masuk tol ke Jogja-Solo melalui Bokoharjo," paparnya.
"Dan sekarang tinggal mengerjakan yang di Adisutjipto maupun harus melompati rel kereta api maupun juga Sungai Opak. Mudah-mudahan tetap bisa dikejar di tahun ini, sehingga pada saat nanti Lebaran bisa digunakan fungsional untuk mengantisipasi Lebaran tahun 2027," sambungnya.
Tol Jogja-Bawen
Sedangkan untun progres pembangunan ruas tol Jogja-Bawen, kata Rivan, progres yang dilaporkan yakni pembangunan ruas sesi satu yakni Jombor sampai Trihanggo. Diprediksi tahun ini pembangunan ini bisa selesai dan berlanjut sesi dua yakni ke selatan tembus ke Wates dan ke utara tembus Muntilan Jawa Tengah.
"Ini akan ada perubahan juga yang tadinya dari Wates ke YIA akan diubah percepatannya sesuai dengan saran Ngarso Dalem terhadap percepatan khususnya dari Maguwoharjo menuju ke Jombor," papar Rivan.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kamis (6/8). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
"Akan dimulai seharusnya tahun depan, tadi dipercepat, insyaallah kami akan mempersiapkan. Untuk itulah di sekitar Ring Road mungkin bisa dilihat termasuk persiapannya untuk memastikan bahwa pada waktu tahun 2027 nanti progres pembangunan untuk melintasi Ring Road sudah bisa dimulai," imbuhnya.
Sementara, Sultan HB X berharap konektivitas tol ke jalan Sleman-Gunungkidul ini harus bisa mengakomodir jalur ke banyak lokasi wisata. Tak hanya untuk kendaraan pribadi, namun juga bus-bus pariwisata.
"Minimal ada 10-11 objek wisata yang harus bisa dikunjungi. Entah itu Candi Ijo, entah itu apa objek-objek yang sekarang ada itu. Ya kalau untuk kendaraan sedan itu nggak ada masalah, memang sudah ada jalannya. Tapi kalau bus, masih agak sulit untuk masuk. Mungkin papasan mungkin agak problem," jelas Sultan.
Namun persoalan yang muncul, kata Sultan, yakni pembangunan jalur penghubung Bokoharjo, pasalnya alur itu berstatus jalan kabupaten. Dengan adanya efisiensi anggaran menjadi tantangan pemerintah untuk mewujudkannya.
"Apakah boleh ditingkatkan menjadi jalan provinsi? Berarti kan jadi beban provinsi. Tapi kalau ditingkatkan sebelum ada pelebaran, apakah bisa? Karena faktanya kan kondisi pengurangan anggaran ini menimbulkan persoalan-persoalan baru dalam dalam menentukan arah," lanjutnya.
Untuk itu, Sultan mengaku akan berkonsolidasi dengan kementerian terkait untuk mengatasi masalah penganggaran ini. Meski tinggal 1,1 kilometer jalur Bokoharjo yang belum terbangun, namun jika tidak segera, jalan Sleman-Gunungkidul tidak akan tersambung ke Tol Jogja-Solo.
"Kita sudah diuntungkan yang tadinya tidak ada akses untuk ke Gunungkidul di dalam tol, tapi sekarang ada. Tapi untuk nyambung masih perlu 3 km, tapi sudah dibangun separuh. Tapi kan masa hanya 3 km dibangun bertahap? Kan enggak boleh, tapi faktanya kan duitnya ya terbatas, sehingga masih dibangun 1,9 km, berarti tahun depan kan tetap sisanya 1,1 km kan harus dibangun. Selama itu tidak dibangun kan nggak nyambung ke tol," jelasnya.
"Sedangkan di pengertian saya tanggung jawab pusat untuk 1,1 km itu untuk masuk tolnya. Kalau nggak masuk tolnya kan juga percuma. Akhirnya nanti lewat sini lagi, lewat jalan Piyungan lagi. Mestinya itu kan jalan keluar, nggak perlu keluar masuk lewat Piyungan makin crowded nanti. Ya kondisi pembiayaan ini kan perlu kita konsolidasikan," pungkas Sultan.


Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia