Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga BBM nonsubsidi produk Pertamax yang cukup signifikan yakni nyaris Rp 4.000. Menanggapi kenaikan ini, berikut beragam respons dari warga Jogja.
Pantauan detikJogja di beberapa SPBU di Kota Jogja siang ini sekitar pukul 11.00 WIB, antrean Pertalite masih tergolong normal walapun tetap mengular. Sementara antraen di Pertamax pun tak lantas sepi.
Kondisi itu terlihat di SPBU Pertamina Tugu 44.552.15, SPBU COCO Lempuyangan 41.551.01, dan SPBU Pertamina Sentul Pakualaman 41.551.15.
Salah satu warga Bantul yang bekerja di Kota Jogja, Hanif, mengaku tidak selalu menggunakan Pertamax. Ia melihat panjangnya antrean, jika antrean Pertalite sangat panjang baru ia memilih menggunakan Pertamax.
"Tapi kalau naik kayak gini yo pakai Pertalite aja, naike lumayan Rp 12 ribu jadi Rp 16 ribu. Iya (akan beralih ke Pertalite), nggak pakai Pertamax dulu," terang Hanif saat ditemui di Kota Jogja, Rabu (10/6/2026).
Lain halnya dengan Rudy, warga Sleman yang juga bekerja di wilayah kota Jogja. Ia mengaku menggunakan Pertamax setiap harinya. Walaupun kini harganya naik, ia mengaku tetap akan menggunakan Pertamax.
"Pertimbangannya mesin Mas, kalau pakai Pertalite mesinnya (bunyi) klitik-klitik. Nggak bagus juga untuk mesin lama-lama," terang Rudy saat ditemui detikJogja.
"Tapi kalau nanti naik lagi, hampir Rp 20 ribu gitu, ya terpaksa pindah ke Pertalite mas. Yang sekarang aja kacek (selisih) lumayan," sambungnya.
Diberitakan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green mendadak naik per 10 Juni 2026. Harga Pertamax kini telah mencapai Rp 16.250/liter atau naik nyaris Rp 4.000 dibandingkan banderol sebelumnya yang hanya Rp 12.300/liter. Sementara Pertamax Green sekarang dilego Rp 17.000/liter dari yang sebelumnya hanya Rp 12.900/liter.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan alasan di balik penyesuaian harga yang tiba-tiba tersebut. Menurut mereka, keputusan itu diambil setelah proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, melalui rilis resminya, Rabu (10/6), dikutip dari detikOto.
Simak Video "Begini Euforia di Jogja Financial Festival & Run D-City 2026"
(apl/ahr)