Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mendorong pembangunan jalan Tol Jogja-Solo rampung sesuai target. Jalan tol tersebut diharapkan bisa difungsikan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.
Hal tersebut diungkapkan AHY usai proses penanaman pohon di area green coridors jalan tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani.
"Iya, semangatnya demikian (bisa dioperasionalkan saat Nataru)," kata AHY, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah sempat dibuka secara fungsional pada mudik Lebaran tahun ini, AHY meminta agar proses pembangunan Tol Jogja-Solo ini segera selesai dan bisa beroperasi penuh. Sehingga saat periode puncak liburan bisa membantu mobilitas masyarakat.
"Maka sesegera mungkin juga kita harapkan bisa segera difungsikan, dioperasionalkan, membantu mobilitas masyarakat. Terutama di masa-masa high season. Misalnya Nataru, Lebaran dan lain-lain," tegasnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengawal proses pembangunan agar berjalan tepat waktu.
"Seperti yang sudah tadi disampaikan oleh teman-teman dari Kementerian PU, intinya adalah dengan terus kita kawal untuk pembangunan jalan tol tentu sesuai dengan timeline," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah, menambahkan progres ruas tol Purwomartani-Prambanan sampai saat ini sudah mencapai 94 persen. Ia menyatakan, untuk keseluruhan konstruksi di area utama jalan tol, sesuai kontrak akan rampung Juni mendatang.
"Jadi kalau kita lihat ya di lokasi ini, ini masih ada beberapa titik untuk interchange yang masih dalam tahap konstruksi. Itu sebetulnya kalau sesuai jadwal kontrak insyaallah Juni selesai," kata Rudy ditemui di lokasi yang sama.
Meski demikian, pihaknya masih harus membuat rekayasa lalin dengan membangun bundaran di area jalan arteri. Hal itu agar tidak terjadi crossing dengan arus lalu lintas di Jalan Jogja-Solo.
"Jadi karena nanti begitu keluar dari Purwomartani ini supaya tidak langsung crossing dengan lalu lintas Jalan Jogja-Solo yang ada," katanya.
Soal progres konstruksi, saat ini masih dalam proses pembebasan lahan. Hal ini diprediksi akan membuat sedikit keterlambatan, namun dipastikan tetap akan selesai tahun ini.
"Harapan kami sih (bisa dibuka) operasional (penuh). Tapi memang kelihatannya kami harus realistis dengan kondisi pengadaan tanah yang ada," ujarnya.
Meski demikian, ia berharap setidaknya pada Nataru mendatang ruas Purwomartani-Prambanan sudah dapat difungsionalkan dua arah.
"Mudah-mudahan pada saat Nataru minimal sudah bisa fungsional dua arah. Kalau sekarang kan masih satu arah kemarin yang hanya yang ke arah Solo saja," pungkasnya.
