Purbaya Yakin Harga Minyak Tak Mungkin Sentuh US$ 200/Barel

Purbaya Yakin Harga Minyak Tak Mungkin Sentuh US$ 200/Barel

Anisa Indraini - detikJogja
Kamis, 26 Mar 2026 16:57 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jogja -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut gejolak harga minyak dunia yang disebabkan oleh perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran tidak akan menyebabkan resesi ekonomi, khususnya di Indonesia. Purbaya juga meyakini harga minyak tidak akan sampai US$ 200 per barel seperti yang saat ini dikhawatirkan masyarakat.

Menurut Purbaya, saat ini Presiden AS, Donald Trump sudah kelabakan menanggapi harga minyak saat ini. Dia menilai Trump berencana mengambil langkah agar harga minyak kembali stabil.

"Coba anda lihat sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? 100 dolar saja di sana BBM-nya naik hampir 100%, rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan? Bisa sampai US$ 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, tetapi di sana. Kalau kita masih dijaga di sini," kata Purbaya, dikutip dari detikFinance, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya juga turut menanggapi pernyataan ekonom yang kerap menyebut perekonomian Indonesia akan mengalami resesi karena kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah. Dia menilai pernyataan itu bukan bentuk kritik terhadap pemerintah, melainkan sebatas menciptakan sentimen buruk atau ketakutan di tengah-tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Saya nggak anti kritik, nggak apa-apa, tetapi jangan bilang begini 'dua bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur, akan resesi karena harga minyak akan US$ 200 per barel, rupiah akan berapa puluh ribu'. Ya kalau harga minyak US$ 200 per barel, semua dunia resesi. Tenang saja, nggak usah pusing," kata Purbaya.

Dia juga mengkritik pernyataan ekonom tersebut lantaran tidak adanya hitungan ekonomi yang benar di balik argumen mereka. "Kalau ekonom yang betul, dia akan taruh angka berdasarkan estimasi yang clear. Dia bisa pakai historical data, bisa pakai ini, bisa pakai itu," tambahnya.



(par/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads