BGN Beri Insentif 24 Ribu Dapur MBG Rp 6 Juta/Hari, Ini Sebabnya

Nasional

BGN Beri Insentif 24 Ribu Dapur MBG Rp 6 Juta/Hari, Ini Sebabnya

Retno Ayuningrum - detikJogja
Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB
Kepala BGN Dadan Hindayana
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Foto: Brigitta Belia/detikcom)
Jogja -

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat ada 24.000 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembangunan dapur makan bergizi gratis (MBG) ini dilakukan lewat skema kemitraan.

"Dengan kemitraan yang kita lakukan ini membuahkan dan mempermudah Program Makan Bergizi, sehingga hari ini di seluruh Indonesia sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Merauke," ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam keterangan tertulis dikutip dari detikFinance, Selasa (24/2/2026).

Dadan menyebut skema kemitraan ini mempermudah sekaligus mempercepat implementasi program MBG kepada penerima manfaat. Skema ini juga membantu percepatan pembangunan infrastruktur layanan tanpa seluruhnya bergantung pada pembiayaan negara untuk pembangunan fisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dadan mengungkap pihaknya memberikan insentif Rp 6 juta per hari untuk setiap dapur MBG atau sekitar Rp 144 juta per bulan. Skema ini dinilai lebih efisien dibandingkan jika pemerintah harus membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri.

ADVERTISEMENT

Dadan mengungkap faktor waktu menjadi nilai paling berharga dalam proses kemitraan ini. Kecepatan pelaksanaan menjadi kunci program ini.

"Kemudian, yang paling berharga dari proses kemitraan dan saya kira ini harus dihargai oleh negara kepada semua pihak yang turut membangun adalah the winning of time, yaitu kecepatan waktu. Waktu merupakan salah satu faktor di dunia ini yang tidak dapat dikembalikan, bersifat irreversible, dan berjalan satu arah," jelas Dadan.

Ia menegaskan percepatan pembangunan dan penguatan kemitraan merupakan strategi utama untuk memastikan seluruh target nasional dapat tercapai tepat waktu dan berkelanjutan.

"Karena itu, dalam Al-Qur'an disebutkan Wal 'Ashr (Demi Waktu). Hal tersebut sangat relevan, sebab dalam pelaksanaan program MBG, apabila tidak dijalankan dengan kecepatan tinggi, saya kira semua pihak akan sangat merugi," jelas Dadan.



(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads