- Harga Sembako Jogja 29 Januari 2026 Versi PIHPS
- Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah 1. Produksi (Internal) 2. Distribusi (Internal) 3. Sumber Pasokan (Internal) 4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal) 5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
- FAQ tentang Harga Sembako 1. Apakah sembako dikenai PPN? 2. Siapa yang berperan menentukan naik tidaknya harga sembako? 3. Mengapa harga sembako beda-beda di tiap provinsi?
Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 12.00 WIB, rawit merah terpantau melejit tinggi. Harganya melonjak dari Rp 53.000 menjadi Rp 58.900 per kilogram.
Artinya, ada kenaikan sebesar kurang lebih 11% dalam jangka waktu satu hari. Terhitung sejak 22 Januari 2026, rawit merah sudah naik 29,45%. Tepat tujuh hari yang lalu, satu kilogramnya masih dibanderol Rp 45.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, provinsi dengan harga rawit merah termahal adalah Maluku Utara (Rp 95.000), sedangkan yang terendah berlaku di Sulawesi Selatan (Rp 28.350). Reratanya di seluruh provinsi Indonesia adalah Rp 57.300/kg.
Sementara itu, rawit hijau juga tercatat naik hari ini. Angkanya ngegas dari Rp 52.250 menjadi Rp 53.500 per kilogram. Kenaikan ini adalah yang kedua setelah merosot terus-menerus mulai 22 Januari 2026 kemarin.
Di samping cabai rawit, minyak goreng curah pun berubah harga. Grafik PIHPS menunjukkan satu liternya dihargai Rp 18.150, naik tipis 150 rupiah ketimbang sebelumnya.
Perlu diketahui, data PIHPS dihitung dari rata-rata harga di Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar lengkap harga sembako Jogja hari ini 29 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 29 Januari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.000/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Rp 36.250/kg
- Cabai merah keriting: Rp 32.500/kg
- Cabai rawit hijau: Naik dari Rp 52.250 menjadi Rp 53.500/kg
- Cabai rawit merah: Naik dari Rp 53.000 menjadi Rp 58.900/kg
- Daging ayam ras segar: Rp 36.250/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
- Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng curah: Naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 18.150/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Rp 28.000/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Kamis, 29 Januari 2026. Sebagai catatan, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
FAQ tentang Harga Sembako
1. Apakah sembako dikenai PPN?
Tidak. Bahan-bahan pokok, seperti beras, garam, daging, maupun telur dibebaskan PPN.
2. Siapa yang berperan menentukan naik tidaknya harga sembako?
Mekanisme pasar berupa permintaan dan penawaran yang berperan. Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga berperan, semisal dengan menerapkan harga eceran terendah (HET).
3. Mengapa harga sembako beda-beda di tiap provinsi?
Penyebabnya bisa sangat bervariasi, mulai dari ketersediaan stok hingga biaya transportasi.
(par/ams)












































Komentar Terbanyak
Rismon Sianipar Kini Bilang Ijazah Jokowi-Gibran Asli, Begini Temuannya
Terungkap Alasan Alvi Tega Mutilasi Kekasih Jadi Ratusan Potong
5 Pesawat Militer AS di Pangkalan Arab Saudi Rusak Diserang Iran