- Harga Sembako Jogja 26 Januari 2026 Versi PIHPS
- Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah 1. Produksi (Internal) 2. Distribusi (Internal) 3. Sumber Pasokan (Internal) 4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal) 5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
- FAQ tentang Harga Sembako Jogja 1. Hari ini harga 1 kg cabai rawit berapa? 2. Harga beras sekarang 1 kilo berapa? 3. Siapa yang menentukan harga pangan?
Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 12.35 WIB, dua jenis cabai rawit tercatat mengalami perubahan. Selain cabai, bahan pangan yang juga bergeser adalah daging ayam ras segar.
Rawit hijau mengalami penurunan harga hari ini, tercatat dari Rp 57.500 menjadi Rp 55.000 per kilogram. Sebelumnya, pada 22 Januari 2026, harganya turun dari Rp 58.750 menjadi Rp 57.500/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbanding terbalik dengan rawit hijau, rawit merah terus merangsek naik. Kemarin Jumat, harganya naik jadi Rp 46.250 per kilogram. Hari ini, grafik menunjukkan, satu kilogramnya lebih mahal 3.250 rupiah, jadi Rp 49.500.
Sejak 19 Januari 2026 kemarin, harga rawit merah diketahui sudah naik 20%. Dalam 7 hari terakhir, rawit merah mengalami peningkatan harga sebanyak 3 kali. Rata-ratanya di seluruh Indonesia hari ini adalah Rp 56.200, naik 1.200 dari rerata sebelumnya.
Bagaimana dengan daging ayam ras segar? Satu kilogramnya hari ini dipatok Rp 35.750. Artinya, ada kenaikan tipis sebesar 500 rupiah dibanding harga yang berlaku sebelumnya.
Perlu diketahui, data PIHPS bersumber dari Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar harga sembako Jogja hari ini 26 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 26 Januari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.000/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Rp 43.750/kg
- Cabai merah keriting: Rp 31.250/kg
- Cabai rawit hijau: Turun dari Rp 57.500 menjadi Rp 55.000/kg
- Cabai rawit merah: Naik dari Rp 46.250 menjadi Rp 49.500/kg
- Daging ayam ras segar: Naik dari Rp 35.250 menjadi Rp 35.750/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
- Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Rp 28.000/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Senin, 26 Januari 2026. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
FAQ tentang Harga Sembako Jogja
1. Hari ini harga 1 kg cabai rawit berapa?
Satu kilogram rawit merah dibanderol Rp 49.500 di pasar-pasar tradisional Jogja. Sementara itu, rawit hijau dihargai Rp 55.000/kg.
2. Harga beras sekarang 1 kilo berapa?
Beras termurah dibanderol Rp 12.150 per kilogram di Jogja, sedangkan termahalnya di Rp 16.000.
3. Siapa yang menentukan harga pangan?
Harga pangan ditentukan mekanisme pasar, yakni permintaan dan penawaran. Pemerintah juga berperan lewat kebijakan seperti penetapan harga acuan.
