- Harga Sembako Jogja 22 Januari 2026 Versi PIHPS
- Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah 1. Produksi (Internal) 2. Distribusi (Internal) 3. Sumber Pasokan (Internal) 4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal) 5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
- FAQ tentang Harga Sembako Jogja Hari Ini 1. Harga cabai rawit 1 kg hari ini berapa? 2. Harga beras sekarang 1 kilo berapa? 3. Apakah harga daging ayam naik?
Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan bahan pangan secara umum berpotensi berubah tiap hari. Pergeseran angka tersebut mesti diketahui masyarakat agar dapat merencanakan pengeluaran dengan tepat.
Dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 12.31 WIB, tiga jenis cabai mengalami perubahan, yakni cabai merah besar, rawit hijau, dan rawit merah. Selain cabai, tidak ada bahan pangan lain yang bergeser.
Cabai merah besar naik dari Rp 38.750 menjadi Rp 43.750 per kilogram. Ini adalah kali pertama harganya naik dalam 7 hari terakhir. Di tingkat nasional, yang diambil dari rata-rata harga puluhan provinsi Indonesia, cabai merah besar dibanderol Rp 38.950/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cabai rawit hijau yang sudah lama bertahan di level Rp 58.750 turun jadi Rp 57.500 sekilo hari ini di Kota Jogja. Provinsi dengan harga rawit hijau termurah adalah Sulawesi Selatan (Rp 21.850), sedangkan termahalnya di Kalimantan Utara (Rp 88.750).
Bagaimana dengan rawit merah? Komoditas pertanian satu ini naik dari Rp 42.500 menjadi Rp 45.500/kg. Dengan kenaikan ini, rawit merah sudah naik sekitar 25% sejak 15 Januari 2026 lalu.
Pada 15 Januari, satu kilogramnya masih dibanderol Rp 36.250. Angkanya kemudian melonjak jadi Rp 41.250 per Senin (19/1). Tidak berhenti, pada Selasa (20/1), harganya naik jadi Rp 42.500. Terakhir, rawit merah naik hari ini jadi Rp 45.500.
Perlu diketahui, data PIHPS bersumber dari Pasar Beringharjo dan Kranggan. Daftar harga sembako Jogja hari ini 22 Januari 2026 dapat detikers simak via poin-poin berikut.
Harga Sembako Jogja 22 Januari 2026 Versi PIHPS
Perlu dicatat, harga final PIHPS tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertentu, waktu update data final mungkin lebih lama.
- Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
- Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.000/kg
- Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
- Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
- Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
- Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
- Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
- Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
- Cabai merah besar: Naik dari Rp 38.750 menjadi Rp 43.750/kg
- Cabai merah keriting: Rp 31.250/kg
- Cabai rawit hijau: Turun dari Rp 58.750 menjadi Rp 57.500/kg
- Cabai rawit merah: Naik dari Rp 42.500 menjadi RP 45.500/kg
- Daging ayam ras segar: Rp 35.250/kg
- Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
- Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
- Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
- Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng curah: Rp 18.000/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
- Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
- Telur ayam ras segar: Rp 28.000/kg
Penyebab Harga Sembako Berubah-ubah
Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law berjudul 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah' memberi rincian penyebab berupa faktor internal dan eksternal fluktuatifnya harga sembako. Ini rinciannya:
1. Produksi (Internal)
Ketersediaan bahan pokok di pasaran sangat memengaruhi harga. Contohnya, bila kondisi cuaca buruk sehingga gagal panen terjadi, maka harga akan melambung. Sebaliknya, jika jumlahnya melimpah, maka harga di pasaran turun.
2. Distribusi (Internal)
Pengiriman bahan pokok menuju pasar merupakan salah satu faktor penentu. Semakin mahal biaya distribusi, semakin mahal pula harga yang dipatok pedagang. Fluktuasi harga rerata suatu bahan pangan juga memengaruhi karena pedagang tentu membutuhkan laba.
3. Sumber Pasokan (Internal)
Jumlah pemasok bahan pangan yang sedikit berakibat naiknya harga karena langka. Sebaliknya, ketika pemasok lebih banyak dibandingkan pedagang, harga turun.
4. Permintaan dan Penawaran (Eksternal)
Para pedagang akan menaikkan harga bahan pangan jika permintaan lebih banyak ketimbang penawaran. Sementara itu, penawaran tinggi dengan permintaan rendah menyebabkan harga turun. Konsep permintaan-penawaran ini dipengaruhi besar-kecilnya kebutuhan pembeli terhadap bahan pangan terkait.
5. Jumlah Pesaing (Eksternal)
Faktor kelima adalah jumlah pedagang yang menjual komoditas sama alias pesaing. Jika tidak ada pesaing, pedagang cenderung menaikkan harga. Di sisi lain, persaingan pedagang yang ketat membuat harga bahan pangan cenderung menurun untuk memenangkan konsumen.
Itulah informasi ringkas mengenai harga sembako Jogja hari ini Kamis, 22 Januari 2026. Perlu diketahui, harga yang ditemui di pasaran mungkin berbeda karena disparitas.
FAQ tentang Harga Sembako Jogja Hari Ini
1. Harga cabai rawit 1 kg hari ini berapa?
Rawit merah dibanderol Rp 45.500, sedangkan rawit hijau Rp 57.500/kg. Terhitung sejak 15 Januari 2026 kemarin, rawit merah sudah naik sekitar 25%.
2. Harga beras sekarang 1 kilo berapa?
Harga beras di Kota Jogja tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. Beras termurah dibanderol Rp 12.150 per kilogram, sedangkan termahalnya di Rp 16.000.
3. Apakah harga daging ayam naik?
Tidak. Namun, kemarin, Rabu, 21 Januari 2026, daging ayam naik dari Rp 34.750 menjadi Rp 35.250/kg.

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Alasan di Balik Ditutupnya Belasan Dapur MBG di DIY