Respons Luhut soal Utang Proyek Kereta Cepat: Cari Datanya Baru Komentar

Nasional

Respons Luhut soal Utang Proyek Kereta Cepat: Cari Datanya Baru Komentar

Shafira Cendra Arini - detikJogja
Kamis, 16 Okt 2025 21:19 WIB
Respons Luhut soal Utang Proyek Kereta Cepat: Cari Datanya Baru Komentar
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: detikcom/Ilyas Fadilah
Jogja -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, heran soal heboh penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh dikaitkan dengan APBN. Dia menyarankan agar yang tidak mengerti datanya untuk tidak berkomentar dulu.

Dilansir detikFinance, proyek tersebut mendapat sorotan publik seiring dengan rencana restrukturisasi utang. Menurut Luhut, saat ini utang kereta cepat tinggal melalui proses restrukturisasi.

"Restructuring saya sudah bicara dengan China karena saya yang dari awal mengerjakan itu, karena saya terima sudah busuk itu barang. Kita coba perbaiki, kita audit BPKP, kemudian kita berunding dengan China," kata Luhut dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil perundingan itu, China akhirnya menyetujui proses restrukturisasi. Luhut mengatakan proses tersebut agak terlambat lantaran ada pergantian pemerintahan.

"Tapi kemarin pergantian pemerintah agak terlambat, sehingga sekarang perlu nunggu Keppres, supaya timnya segera berunding, dan sementara China sudah bersedia kok, nggak ada masalah," ucap Luhut.

ADVERTISEMENT

Luhut juga merespons pandangan tentang adanya risiko jebakan utang China untuk Indonesia melalui proyek Kereta Cepat, seperti yang terjadi di Laut China Selatan hingga negara Sri Lanka yang mengorbankan pelabuhannya. Menurut Luhut tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan jika pemerintah Indonesia kompak bekerja sama.

"Kenapa terus bilang nanti Whoosh akan kita akhiri dengan South China Sea. Apa lagi ini? Kadang-kadang saya nggak ngerti, bicara. Jadi kalau saran saya, kalau kita nggak ngerti datanya, nggak usah komentar dulu. Nanti cari datanya, baru berkomentar. Ya kalau cari popularitas murahan silahkan sih," kata dia.

Luhut juga mempersilakan pihak yang penasaran dengan rincian data tentang Kereta Cepat untuk datang langsung kepadanya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads