Semringahnya Warga Berebut Ikan 'Klenger' di Kali Code Jogja Usai Hujan Deras

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 26 Okt 2026 19:33 WIB
Kali Code yang menjadi lokasi warga panen ikan usai hujan deras di Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja, Senin (26/10/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Hujan deras di wilayah DIY hari ini membawa berkah bagi warga Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja. Debit air Kali Code yang meningkat membuat warga beramai-ramai menangkap bermacam ikan yang 'klenger' di kawasan tersebut.

"Naik (airnya) tadi lumayan tinggi, sekitar jam 16.00 WIB habis hujan tadi. Ya karena airnya kan keruh, ikannya mungkin pada mabuk klenger gitu, jadinya pada naik semua," ujar Ketua RT 25 Surokarsan, Sujiarto alias Kelik saat ditemui detikJogja di lokasi, Senin (26/10/2026).

Kelik menyebut jenis ikan yang ditangkap cukup beragam. Di antaranya ikan tawes, nila hingga wader. Ukurannya pun bermacam-macam, mulai dari ikan berukuran kecil hingga yang cukup besar untuk dikonsumsi.

"Nggak mati, ikannya masih hidup. Jenisnya banyak, tapi paling banyak tadi nila. Tadi campur ada yang kecil sama besar juga," terangnya.

Kelik mengatakan, setelah debit air meninggi, sejumlah warga kemudian beramai-ramai menangkap ikan di sekitar aliran Kali Code. Mereka bahkan tidak perlu menggunakan jaring karena ikan-ikan itu bisa ditangkap dengan tangan kosong.

"Banyak banget tadi dari warga sini, warga kampung seberang juga banyak. Karena sebenarnya kan di sini memang tempat buat mancing ikan, tahu info tadi air tinggi jadi banyak yang datang," ungkapnya.

"Bibitnya ikan kan memang disebar dari Pak Wali Kota sama komunitas. (Panen ikan) sudah dari dulu, agenda musiman lah kayak gini," imbuhnya.

Sementara itu warga Surokarsan, Luhur Pamungkas, turut menjadi salah satu pemanen ikan di Kali Code. Dia menyebut hasil tangkapannya mencapai 10 kilogram.

"Nggak tahu (pastinya), total semua ya hampir 10 kilogram lebih," ucapnya.

"Dari anak-anak saja tadi itu ada yang bawa lima kiloan. Padahal di sini ada mungkin sekitar 15 orang lebih yang pas nyari ikan tadi," lanjutnya.

Luhur menambahkan, ikan hasil tangkapannya itu tidak selalu dijual. Ikan biasanya dibawa pulang untuk dikonsumsi atau dibagikan kepada warga sekitar.

"Ya cuma kadang kalau pas dibeli, kalau nggak ya cuma siapa yang mau, dibagi-bagiin ke warga sekitar sini," tuturnya.

Kawasan itu dinilai menjadi salah satu lokasi yang cukup diminati untuk menangkap ikan ketika debit air naik. Menurut Luhur, kondisi aliran air di lokasi lain yang lebih deras membuat aktivitas menangkap ikan lebih sulit.

"Memang paling enak itu tempatnya sini, kalau pas banjir itu. Paling banyak sini. Kalau di pinggir kencang itu airnya, jadi orang takut. Di sini enak untuk nangkap ikan di pinggir-pinggir kan tempatnya tidak terlalu dalam. Nangkapnya gampang," pungkasnya.



Simak Video "Video Penerima Anugerah Program Inovasi Pembangunan detikJateng-Jogja Awards 2026"

(dil/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork