Hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di DIY hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan yang terjadi hari ini dipengaruhi faktor lokal.
Di Condongcatur, Sleman, misalnya, hujan mulai mengguyur sejak pukul 16.00 WIB. Meski tidak begitu deras, hujan baru reda sekitar pukul 10.00 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut hujan ini menjadi bagian dari masa peralihan musim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hujan di wilayah Jogja hari ini menandakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Untuk hari ini, hujannya lebih disebabkan karena faktor lokal," ungkap Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Anang Ariane, saat dihubungi detikJogja, Sabtu (24/10/2026).
Anang menjelaskan salah satu faktor lokal yang dapat memicu hujan adalah orografi atau pengaruh bentuk permukaan bumi terhadap pergerakan udara. Kondisi itu dapat menjadi penghambat pergerakan massa udara sehingga memicu proses terbentuknya hujan.
"Faktor lokal seperti adanya orografi, seperti yang kita ketahui bersama kalau Jogja tidaklah datar, ada perbukitan di Kulon Progo, Sleman juga Gunungkidul. Ini bisa jadi faktor yang menyebabkan adanya hujan hari ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Anang menerangkan udara hangat dari kawasan laut selatan yang bergerak terbawa angin dapat mengalami hambatan orografis. Proses tersebut kemudian dapat memicu terjadinya hujan.
"Udara hangat dari lautan selatan DIY, dihembuskan oleh angin dan terkena hambatan orografis tadi, timbullah hujan. Sederhananya demikian," imbuhnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan di Jogja diperkirakan berlangsung mulai November 2026.
"Musim hujan sendiri, sesuai rilis teman-teman Stasiun Klimatologi Yogyakarta, diprediksi berlangsung mulai bulan November 2026," pungkas Anang.
