Rombongan suporter PSS Sleman atau Super Elang Jawa (Super Elja) mengalami kecelakaan di Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono. Empat orang di antaranya tewas, dan satu orang masih belum diketahui identitasnya.
Tragedi maut itu terjadi pada Minggu (18/10/2026) pukul 09.30 WIB. Kecelakaan itu bermula saat Toyota Hiace yang dikemudikan pria berinisial H melaju dari arah barat ke timur, dan diduga akibat kurang konsentrasi menabrak bokong kanan truk tronton bernopol H 1872 AG yang melaju di jalur lambat.
"Betul korban bertambah jadi empat," ujar Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki saat dimintai konfirmasi detikJatim, Sabtu (18/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui satu orang meninggal di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya meninggal usai mendapat perawatan di RSUD Caruban, Madiun. Terkait penyebab kecelakaan, polisi masih menyelidikinya.
"Saat ini masih penyelidikan," ujar Ridwan.
Dari informasi yang dihimpun detikJogja, Hiace itu mengangkut total 15 orang. Dua orang dilaporkan kritis, dan sembilan lainnya luka-luka. Hingga saat ini baru tiga korban tewas yang berhasil diidentifikasi.
"Baru tiga korban yang teridentifikasi dari empat total meninggal dunia," ujar Kasat Lantas Polres Madiun AKP Dristica Brian Arya Leviantona saat dimintai konfirmasi detikJatim, Minggu (18/10).
Tiga korban yang teridentifikasi itu berasal dari Kabupaten Sleman. Dua orang merupakan warga Kecamatan Mlati, sedangkan satu berasal dari Kecamatan Gamping.
"Yang dua asal Kecamatan Mlati, Sleman atas nama Fakri maulana Al Zaki (21) dari Desa Sumberadi dan satu lagi Iyan Fathur Ar Rizaq (15) asal Desa Tlogoadi," jelas Brian.
Satu korban tewas yang belum teridentifikasi berjenis kelamin pria. Saat ini jasadnya masih berada di kamar jenazah RSUD Caruban.
"Satu korban belum teridentifikasi jenis kelamin laki-laki masih di kamar jenazah RSUD Caruban Madiun," ujar Brian.
Suporter PSS Sleman korban kecelakaan maut Foto: Sugeng Hariono/detikJatim |
Pita Hitam dan Heningkan Cipta dari Stadion
Kabar duka itu pun direspons tim PSS dan Persebaya dengan momen hening selama satu menit dan pita hitam sebelum duel berlangsung. Momen kompak kedua tim itu terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (18/10) sore.
Kedua kesebelasan memasuki lapangan dengan mengenakan pita hitam yang dililitkan di lengan kanan. Pita tersebut menjadi simbol duka cita atas kepergian empat suporter PSS.
Sebelum pertandingan dimulai, para pemain dari kedua tim juga berkumpul di tengah lapangan untuk mengheningkan cipta selama satu menit. Momen tersebut dilakukan untuk mengenang para korban kecelakaan yang meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyaksikan pertandingan.
Ungkapan bela sungkawa pun disampaikan manajemen PSS dan juga pelatih Pieter Huistra. Manajemen PSS pun menyampaikan doa untuk keluarga yang ditinggalkan.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan rombongan suporter PSS Sleman yang tengah melakukan perjalanan menuju Surabaya. Semoga keluarga dan sahabat yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan, serta teman-teman yang masih menjalani perawatan intensif segera diberikan kesembuhan dan pemulihan," ujar Executive Representative PSS, Vita Subiyakti, kepada wartawan, Minggu (18/10).
Hal senada juga disampaikan Huistra yang mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Meski begitu, timnya berusaha membawa energi positif saat berlaga.
"Satu-satunya hal yang dapat saya katakan adalah saya mengucapkan semoga semua keluarga dan yang terlibat, kami menyampaikan belasungkawa kami," ucap Huistra saat jumpa pers usai laga.
Huistra mengatakan kabar tersebut menjadi pukulan berat bagi tim. Meski demikian, dia menyebut para pemain tetap harus berkonsentrasi menghadapi pertandingan. Dia menambahkan tim berusaha membawa energi positif ke dalam pertandingan.
"Penting bagi kami (tim) untuk berkonsentrasi pada pertandingan, ini juga penting untuk membawa energi ke dalam pertandingan. Pada akhirnya juga kami ingin bermain dengan baik untuk para suporter kami. Semoga, hal-hal semacam ini tidak terjadi," terangnya.

