Kebakaran terjadi di tempat pemilahan sampah di belakang Pasar Ngasem, Jalan Patehan, Kemantren Kraton, Kota Jogja. Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran (damkar) mengerahkan dua unit armadanya.
"Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.58 WIB. Peristiwa itu pertama kali diketahui seorang saksi yang melihat kepulan asap hitam dari lokasi tersebut," ungkap Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, saat dihubungi detikJogja, Rabu (13/8/2026)
"Saksi melihat asap hitam mengepul dan selanjutnya mendatangi arah kepulan asap tersebut, dan berasal dari tempat pemilahan sampah Pasar Ngasem Yogyakarta," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendatangi lokasi, kata Dani, saksi melihat api sudah membesar. Saksi kemudian memberitahu dua orang lainnya untuk menghubungi damkar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kraton.
"Personel Polsek Kraton yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan berupaya memadamkan api bersama masyarakat. Dua unit mobil damkar kemudian tiba untuk melakukan pemadaman. Pada sekira pukul 18.30 WIB, api berhasil dipadamkan," ujarnya.
Dani mengatakan penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan kerugian materiil masih dalam pendataan.
"Untuk penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Korban jiwa juga tidak ada sementara kerugian materiil masih belum diketahui," terangnya.
Sementara itu, saksi mata di lokasi, Angga mengatakan kebakaran awalnya tidak diketahui warga. Warga baru menyadari kejadian tersebut setelah melihat kepulan asap hitam berukuran besar.
"Itu tidak ada yang tahu, terus tiba-tiba itu ada asap gede gitu, hitam gitu. Dan enggak ada yang mengetahui tiba-tiba," kata Angga saat ditemui detikJogja di lokasi.
Angga menjelaskan titik kebakaran berada di tempat pemilahan sampah di belakang Pasar Ngasem. Lokasi tersebut biasa digunakan untuk memilah sampah plastik dari pasar.
"Kalau merambat sih enggak. Cuma satu titik, tempat pemilahan plastik dari pasar. Itu khusus yang plastik-plastik gitu," jelasnya.
Menurut Angga, sebelum asap terlihat, belum ada orang yang mengetahui kebakaran tersebut. Setelah kepulan asap muncul, warga berdatangan dan menghubungi petugas damkar.
"Terus kalau muncul asap itu, terus pada datang, terus ditelepon damkar, langsung datang dua unit itu langsung dikondisikan. Langsung dieksekusi," pungkasnya.
