SPPG Patalan 2 Ditutup Permanen Buntut Keracunan di 4 SD Jetis Bantul

SPPG Patalan 2 Ditutup Permanen Buntut Keracunan di 4 SD Jetis Bantul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 24 Sep 2026 12:14 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patalan 2 di Jalan Parangtritis Km.15, Patalan, Jetis, Bantul yang tutup permanen, Kamis (24/9/2026).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Patalan 2 di Jalan Parangtritis Km.15, Patalan, Jetis, Bantul yang tutup permanen, Kamis (24/9/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Patalan yang menyediakan MBG berujung sejumlah murid di empat SD daerah Jetis mengalami keracunan makanan ditutup permanen. Penutupan itu karena SPPG tersebut telah dua kali menyebabkan keracunan MBG.

"Nggih, leres (iya betul), sejak kemarin tutupnya," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji saat dihubungi detikJogja, Kamis (24/9/2026).

Pantauan detikJogja, SPPG Patalan 2 yang berada di pinggir Jalan Parangtritis Km.15, Patalan, Jetis, Bantul tutup. Bahkan tidak ada aktivitas di SPPG tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu tampak dua unit mobil boks milik SPPG yang terparkir di sisi utara bangunan SPPG. Satpam yang biasanya berjaga di SPPG itu juga tampak tidak ada.

ADVERTISEMENT

Hermawan melanjutkan, penutupan SPPG Patalan 2 merupakan keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sedangkan untuk penyebab SPPG tersebut ditutup, Hermawan menuturkan karena lebih dari sekali menimbulkan kasus keracunan MBG.

"Kalau penutupan permanen SPPG itu dari BGN. Untuk penyebabnya mungkin salah satunya karena kejadian keracunan yang terjadi berulang atau lebih dari satu kali," ujarnya.

Hermawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menghormati keputusan BGN yang menutup SPPG Patalan 2 secara permanen. Pemkab menilai penutupan SPPG secara permanen menjadi pengingat SPPG lain agar bekerja sesuai SOP.

"Kita menghormati saja apa keputusan dari BGN. Jadi tidak apa-apa, biarkan ini menjadi contoh baik agar layanan SPPG yang lain menjadi semakin hati-hati, dan kejadian-kejadian keracunan nanti betul-betul bisa ditiadakan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, penyedia makan bergizi gratis (MBG) yang membuat puluhan murid dari empat SD di Jetis, Bantul ternyata satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang sama. Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul menyebut gejala yang puluhan murid alami itu rata-rata sama.

"Menurut keterangan Dinkes, SPPG penyalur MBG ke beberapa SD itu sama dengan yang menyalurkan MBG ke SDN 1 Sumberagung," kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Pramu Diananto Indratriatmo kepada wartawan di SDN 1 Sumberagung, Jetis, Bantul, Rabu (9/9).

Adapun selain SDN 1 Sumberagung, Pramu mengungkapkan tiga SD lainnya adalah SD Patalan, SD Sawahan dan SD Kembangsongo. Namun, untuk paling banyak korban keracunan MBG berasal dari SDN 1 Sumberagung.

"Paling banyak tetap di SDN 1 Sumberagung," ujarnya.

Oleh sebab itu, Pramu meminta SPPG di Bantul agar meningkatkan pelayanan kepada murid-murid penerima MBG. Salah satunya pengolahan makanan harus betul-betul sesuai dengan SOP.

"Jadi layanilah anak-anak kami di Bantul ini dengan baik. Tidak hanya mencari untung, tapi juga layani mereka, menu makanannya, cara mengolahnya harus sesuai SOP sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depannya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto mengatakan, bahwa penyalur MBG ke empat SD yang muridnya mengalami keracunan makanan adalah SPPG yang sama. Bahkan, Samsu menyebut gejala murid yang terdampak dari empat SD itu sama.

"Iya, dari SPPG yang sama, gejala juga sama kok," katanya.

Gejala itu, lanjut Samsu, seperti diare, pusing hingga lemas. Selain itu, dari penelusuran Dinkes, murid-murid dari empat SD itu mengkonsumsi MBG di hari yang sama yakni Jumat (4/9).

"Jadi untuk di SD Patalan Baru ada lima murid, SD Sawahan dua murid dan SD Kembangsongo ada tiga murid yang mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi itu (MBG)," ucapnya.



(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads