- Karakteristik dan Kandungan Tanaman Mimba
- 12 Manfaat Tanaman Mimba untuk Kesehatan 1. Menangkal Radikal Bebas 2. Memiliki Sifat Antimikroba 3. Merupakan Antivirus 4. Meningkatkan Sistem Imun 5. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut 6. Menjaga Kesehatan Rambut 7. Menjaga Kesehatan Kulit 8. Mengobati Jerawat 9. Mengobati Luka 10. Mencegah Penetasan Telur dan Membunuh Jentik Nyamuk 11. Mengobati Diabetes 12. Mengobati Kanker
Dalam praktik pengobatan tradisional, terdapat banyak tanaman yang dipercaya memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan. Di era modern, penelitian yang mengkaji kandungan tanaman dan efektivitas pengobatan herbal mulai marak. Salah satu tanaman yang kerap dimanfaatkan dalam pengobatan dan diteliti khasiatnya adalah mimba.
Berdasarkan buku Daun Mimba karya Hieronymus Budi Santoso, tanaman mimba atau neem memiliki nama latin Azadirachta indica A. Juss. Tanaman ini memiliki daun menyirip berwarna hijau dan terasa pahit. Meski terasa pahit, daun mimba kerap digunakan dalam pengobatan tradisional karena dipercaya memiliki beragam khasiat, mulai dari pengobatan kulit hingga diabetes.
Memang, daun mimba ini bisa dipakai untuk mengobati penyakit apa saja? Agar lebih memahami daun mimba dan beragam khasiatnya, simak 12 manfaat tanaman mimba bagi kesehatan di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karakteristik dan Kandungan Tanaman Mimba
Dirangkum dari buku Daun Mimba karya Hieronymus Budi Santoso dan artikel bertajuk Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Mimba oleh Supriyanto, dkk, tanaman mimba dikenal dengan nama imba atau mimba (Jawa), membha (Madura), intaran (Bali), dan neem tree (bahasa Inggris). Tanaman ini tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian 300 mdpl dan biasa ditemukan di negara-negara tropis, seperti Indonesia, India, Pakistan, hingga Myanmar.
Di Indonesia, tanaman mimba bisa ditemukan di hampir semua daerah, terutama Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura. Biasanya, tanaman ini digunakan sebagai pagar, pakan ternak, atau obat tradisional.
Pohon mimba mampu tumbuh hingga ketinggian 8-15 meter, bahkan bisa mencapai 20 meter. Kulit batangnya mengandung gum dan terasa pahit. Selain itu, daunnya yang berbentuk menyirip gasal dan berwarna hijau muda juga memiliki rasa yang pahit.
Tanaman ini memiliki senyawa bioaktif di batang, daun, hingga bijinya. Hal ini membuat hampir semua bagian tanaman mimba dapat dimanfaatkan sebagai obat.
Daun mimba sendiri mengandung senyawa bioaktif, seperti β-sitosterol, hyperoside, nimbolide, quercetin, quercitrin, rutin, azadirachtin, dan nimbine. Ekstrak daun mimba juga dapat berperan sebagai antioksidan.
12 Manfaat Tanaman Mimba untuk Kesehatan
Berikut adalah 12 manfaat tanaman mimba untuk kesehatan yang dirangkum dari buku Daun Mimba karya Hieronymus Budi Santoso, artikel bertajuk Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Mimba oleh Supriyanto, dkk, artikel jurnal bertajuk 'Efektivitas Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta Indica) sebagai Ovisida Aedes Aegypti', Healthline, dan Medical News Today:
1. Menangkal Radikal Bebas
Ekstrak daun mimba mengandung senyawa antioksidan, seperti flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Senyawa tersebut dapat menangkal radikal bebas yang merusak sel tubuh. Selain itu, kandungan senyawa antioksidan ini juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.
2. Memiliki Sifat Antimikroba
Salah satu penelitian yang kerap dilakukan terhadap tanaman mimba adalah penelitian terhadap aktivitas antimikrobanya. Kandungan β-d-mannofuranoside pada ekstrak daun mimba diketahui berperan sebagai agen antibakteri. Senyawa ini dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan E.coli.
Sifat antibakteri ekstrak daun mimba membuat daun ini kerap dimanfaatkan untuk mengobati penyakit disentri secara tradisional. Caranya, rebus ⅓ gengam daun mimba dan potongan 2 jari batang mimba dengan 3 gelas air dan sedikit gula. Rebus hingga airnya tersisa ¾ bagian, lalu saring setelah dingin. Hasil rebusan tersebut dapat diminum 2 kali sehari dengan takaran ¾ gelas setiap minum.
3. Merupakan Antivirus
Senyawa glikolipid yang terkandung dalam ekstrak mimba menunjukkan efek antivirus terhadap virus Herpes simplex (HSV) tipe 1 dan 2 dengan cara menghalangi masuknya virus ke dalam sel inang. Selain itu, efektivitas antivirus serupa juga dilaporkan secara in vitro terhadap virus influenza dan SARS-CoV-2.
4. Meningkatkan Sistem Imun
Tanaman mimba menunjukkan aktivitas antiinflamasi yang kuat yang sebagian besar disebabkan oleh kemampuannya untuk menurunkan sitokin proinflamasi, seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Penelitian secara in vitro terhadap hewan juga menunjukkan bahwa nimbin dan quercetin pada mimba dapat menurunkan jalur inflamasi siklooksigenase dan lipoksigenase. Meski diperlukan penelitian lebih lanjut, hal ini menunjukkan potensi tanaman mimba untuk mengurangi gejala artitris dan penyakit inflamasi autoimun lainnya.
5. Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Mengunyah kulit pohon mimba telah dipraktikkan selama berabad-abad oleh masyarakat India untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tanaman ini juga bisa diolah menjadi obat kumur.
Mimba memiliki kandungan yang bersifat antiseptik, anti peradangan, hingga antioksidan yang berpotensi meningkatkan kesehatan mulut. Studi menunjukkan bahwa mimba dapat meredakan rasa sakit dan membantu pengobatan radang gusi, periodontitis, hingga kerusakan gigi. Namun, efektivitas tanaman mimba untuk mengobati masalah tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Studi selama 21 hari terhadap 45 penderita gingivitis menunjukkan bahwa obat kumur dari tanaman mimba menunjukkan efektivitas yang serupa dengan obat kumur berbahan klorheksidin dalam mengurangi plak dan gusi berdarah.
Kulit dan ranting mimba juga memiliki kandungan antibakteri, seperti nimbidin, katekin, dan asam galat, yang dapat melawan mikroba kariogenik dan periodontal, sehingga dapat menjaga kesehatan mulut.
6. Menjaga Kesehatan Rambut
Ekstrak biji mimba mengandung senyawa azadirachtin yang dapat melawan parasit yang menyerang rambut dan kulit, seperti kutu. Senyawa ini bekerja dengan mengganggu pertumbuhan parasit serta mengganggu reproduksi parasit.
Sebuah penelitian terhadap efektivitas sampo dari ekstrak mimba terhadap kutu rambut anak-anak menunjukkan bahwa pemakaian sampo ekstrak mimba yang didiamkan selama 10 menit dapat membunuh kutu, tetapi tetap lembut bagi kulit kepala.
Ekstrak mimba dan senyawa nimbidin juga dapat mengobati ketombe karena memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba.
7. Menjaga Kesehatan Kulit
Minyak dan ekstrak mimba kerap digunakan untuk berbagai kondisi kulit, seperti jerawat, eksim, psoriasis, hingga penyembuhan luka, baik dalam pengobatan tradisional maupun produk dermatologis dan kosmetik terkini. Kemampuan untuk menjaga kesehatan kulit kemungkinan dihasilkan dari senyawa dalam tanaman mimba yang bersifat antiinflamasi dan antioksidan.
Minyak dari biji mimba juga kaya akan asam lemak (fatty acid), seperti oleic, stearic, palmitic, hingga asam linoleat. Kandungan asam lemak tersebut secara kolektif menunjukkan efek antiinflamasi, antioksidan, hingga antimikroba yang membantu menjaga kesehatan kulit.
Dalam pengobatan tradisional, tanaman mimba biasa digunakan untuk mengobati eksim. Caranya, giling halus 20 lembar daun mimba, lalu remas dengan air kapur sirih secukupnya. Campuran tersebut kemudian bisa diaplikasikan 2 kali sehari pada kulit yang terkena eksim dan dibalut.
8. Mengobati Jerawat
Dalam praktik tradisional, mimba kerap digunakan untuk mengobati jerawat, mengurangi noda, dan meningkatkan elastisitas kulit. Penelitian pun menunjukkan bahwa minyak mimba memiliki kandungan antibakteri yang dapat melawan jerawat.
Studi lain juga menunjukkan bahwa gel dari mimba dapat mengurangi lesi jerawat hingga lebih dari 50% dalam waktu 8 minggu.
9. Mengobati Luka
Daun mimba kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati luka. Produk gel atau salep dari mimba diketahui dapat mendorong penutupan luka dan sintesis kolagen, sehingga dapat membantu penyembuhan luka dan bekas luka.
Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba meningkatkan penyembuhan luka dengan cara meningkatkan respons antiinflamasi dan pembentukan pembuluh darah baru. Studi lain menunjukkan bahwa pemberian 100 mg minyak mimba secara topikal 2 kali sehari juga dapat menyembuhkan ulkus kulit kronis.
Penelitian juga menunjukkan efek konsumsi 30 mg ekstrak mimba secara oral 2 kali sehari terhadap penderita tukak usus. Setelah 10 hari, sekresi asam menurun dan tukak pun akhirnya sembuh dalam waktu 10 minggu.
10. Mencegah Penetasan Telur dan Membunuh Jentik Nyamuk
Berbagai bahan aktif dalam tanaman mimba, seperti meliacins, limonoid azadirachtin, resin, hingga minyak margasa diketahui bersifat toksik dan dapat digunakan sebagai insektisida, penghambat ekdison, pengusir, dan antipakan terhadap serangga, termasuk nyamuk.
Penelitian terhadap persentase rata-rata telur nyamuk setelah diberikan ekstrak daun mimba menunjukkan bahwa ekstrak daun mimba dengan konsentrasi minimal 30% efektif mencegah penetasan telur Aedes aegypti. Semakin besar konsentrasi ekstrak daun mimba, maka semakin besar pula jumlah kematian telur nyamuk.
Daun mimba pun bisa dimanfaatkan untuk membunuh jentik nyamuk di rumah. Caranya, keringkan dan tumbuk halus daun mimba hingga menjadi serbuk. Masukkan 3 sendok serbuk daun mimba ke dalam bak mandi dengan panjang 0,5 m, lebar 0,5 m, dan kedalaman 1 m. Penyebaran serbuk daun mimba tersebut sebaiknya dilakukan pada malam hari saat bak mandi tidak digunakan.
11. Mengobati Diabetes
Beberapa studi pada hewan menunjukkan potensi ekstrak daun mimba sebagai obat diabetes. Hal ini disebabkan oleh kemampuan ekstrak mimba untuk mengembalikan sel yang memproduksi insulin dan menurunkan kadar gula darah.
Senyawa bioaktif dari ekstrak daun mimba dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa, meningkatkan toleransi glukosa, serta menghambat enzim pencerna karbohidrat. Efek tersebut membuat daun mimba berpotensi mengatasi diabetes tipe 2, obesitas, hingga penyakit kardiovaskular.
Dalam pengobatan tradisional, daun mimba biasa digunakan untuk mengobati diabetes mellitus dengan cara diminum. Caranya rebus 1 genggam daun mimba dengan 2 gelas air bersih. Rebus hingga menyisakan 1 gelas, lalu saring setelah dingin.
12. Mengobati Kanker
Sifat antioksidan dan sitotoksik pada tanaman mimba banyak diteliti karena berpotensi sebagai agen kemopreventif. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa pengobatan dengan tanaman mimba memiliki efek antiproliferatif pada sel kanker.
Ekstrak biji mimba menunjukkan aktivitas sitotoksik selektif terhadap sel kanker payudara dan prostat. Namun, efektivitas dan keamanan senyawa bioaktif dari ekstrak mimba tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut.
Nah, itu dia 12 manfaat tanaman mimba bagi kesehatan. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
