Kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh satpam kepada siswi SMAN 1 Sentolo menuai perhatian di media sosial. Polisi mengaku belum menerima laporan dari pihak siswi maupun sekolah.
"Sampai saat ini tidak ada. Baik dari sekolah, baik dari korban, tidak ada," ujar Kapolsek Sentolo, AKP Dina Martanti, saat dihubungi detikJogja, Jumat (18/9/2026).
Meski belum ada laporan, pihak kepolisian telah mendatangi SMAN 1 Sentolo. Dina menyebut pihaknya datang untuk mengecek kebenaran informasi mengenai kejadian tersebut sekaligus mengetahui langkah yang telah dilakukan pihak sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya untuk kroscek tentang kebenaran tentang kejadian tersebut, dan sekolah sudah berupaya apa gitu," ujarnya.
Dina menegaskan pihaknya siap menerima dan menindaklanjuti jika nantinya ada laporan dari pihak sekolah maupun korban.
"Sepanjang ada laporan dari mungkin dari sekolah, mungkin dari korban. Kalau ada laporan ke kami pasti kami siap menerima dan akan kami tindak lanjuti," jelasnya.
Dina mengatakan pihaknya akan terus melakukan monitoring di SMAN 1 Sentolo.
"Kita sama-sama ini kan, maksudnya belum ada laporan polisi, jadi kita kan tugasnya untuk biar kondusif. Nah, kami bersama-sama dengan Forkopimda nanti akan selalu monitoring terkait kejadian di SMAN 1 Sentolo," jelasnya.
Sebagai informasi, kasus dugaan pelecehan terhadap siswi ini terungkap usai salah seorang siswa mengunggah flyer di media sosial. Dalam flyer itu disebutkan tentang 'Kasus Pencabulan Satpam Ditutup" hingga 'Siswa wajib berangkat pukul 6.50. Kami bukan budak'.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Johan Wahyudi, mengungkap insiden dugaan pelecehan itu terjadi pada awal Agustus lalu. Saat itu, siswi tersebut meminta tolong satpam untuk mengambilkan charger ponselnya yang tertinggal di kelas.
Johan mengatakan setelah mengambil barang, satpam itu disebut mencoba merangkul salah satu siswi. Namun, siswi tersebut menghindar. Momen itu pun terekam CCTV di sekolah.
"Sudah, tapi karena ada CCTV. Nah terus si anak tersebut karena mungkin merasa tidak nyaman lalu lapor ke BK, 'Kemarin saya di-berusaha dirangkul oleh oknum satpam tersebut. Terus coba Bu minta CCTV-nya.' Mintalah CCTV jam itu," ujar Johan saat ditemui di SMA 1 Sentolo pada Kamis (17/9).
Sementara itu Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini memanggil kepala SMAN 1 Sentolo untuk dimintai keterangan. Pihak Disdikpora juga memastikan satpam yang bersangkutan sudah angkat kaki dari sekolahan tersebut.
