Ada Dendam di Balik Pembakaran Gedung Madrasah Gunungkidul

Terpopuler Sepekan

Ada Dendam di Balik Pembakaran Gedung Madrasah Gunungkidul

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 30 Agu 2026 11:39 WIB
Garis polisi masih terpasang di ruang dapur Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, yang dibakar, Senin (24/8/2026).
Garis polisi masih terpasang di ruang dapur Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, yang dibakar, Senin (24/8/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yappi, Natah, Nglipar, Gunungkidul dibakar oleh dua perempuan yang merupakan kakak beradik. Aksi nekat itu ternyata dipicu adanya dendam karena perundungan yang dialami oleh pelaku.

Adanya kebakaran yang terjadi di ruang guru dan dapur itu diketahui pada Rabu (19/8/2026) pagi. Setelah dilakukan penyelidikan terungkap, pelaku merupakan kakak beradik yang salah satunya merupakan siswi di sekolah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto, mengungkapkan dari penyelidikan diketahui kebakaran itu merupakan tindakan yang disengaja. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dan akhirnya mengerucut pada dua orang anak di bawah umur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita berhasil mengamankan dan meminta keterangan daripada terduga pelaku anak, ada dua dan semuanya perempuan. Masing-masing berusia 14 dan 15 tahun. Keduanya itu kakak beradik," terang Tri, Jumat (21/8/2026).

Polisi juga menyita barang bukti berupa dua botol mineral bekas berisi sisa solar, jerami, dan kertas untuk perantara pembakaran.

ADVERTISEMENT

"Dari keterangan, solar didapatkan dari rumah kedua pelaku. Jadi dulu rumahnya pernah dapat bedah rumah dan ada sisa solar untuk penerangan (bahan bakar diesel)," ujarnya.

Tri menyebut aksi pembakaran itu bersifat spontan.

"Spontan. Jadi ketika itu mengajak adiknya spontan, 'Kalau ini kita bakar pasti nanti jadi ramai' kata yang usia 15 tahun," ucapnya.

Dendam Usai Alami Perundungan


Tri menyebut, motif di balik aksi tersebut karena adanya kekecewaan yang dialami oleh pelaku. Di mana, pelaku mengaku pernah mengalami perundungan yang dilakukan oleh siswa lainnya.

"Motifnya kekecewaan dan berujung dendam karena pelaku yang 15 tahun pernah jadi korban bullying sesama murid, maupun ada pemukulan daripada guru," sebut Tri

Tri menambahkan, perundungan itu terjadi saat pelaku pelaku 15 tahun mengenyam pendidikan di MI tersebut atau tepatnya tujuh tahun yang lalu. Akibat kejadian itu pelaku disebut tidak melanjutkan sekolah di MI Yappi, Natah, Nglipar.

"Jadi sebetulnya anak ini dulu pernah sekolah di tempat tersebut, namun kelas satu atau kelas dua sudah tidak melanjutkan sekolah di situ," ucapnya.

Meski begitu, polisi masih akan mendalami pengakuan dari pelaku. Mengingat pengakuan tersebut masih bersifat sepihak.

"Tapi itu baru sebatas pengakuan, tapi belum kita tindak lanjuti lebih lanjut. Nah, kalau itu benar akan kita tindak lanjuti," ucapnya.

Di sisi lain, Tri mengungkapkan sebelum pembakaran itu pernah terjadi aksi pencurian barang di MI tersebut. Di mana pelaku ya adalah remaja perempuan 15 tahun itu.

"Dendam, dia hanya menyampaikan dendam, dia jengkel. Bahkan sebetulnya dia pernah mengambil beberapa barang salah satunya jilbab di sekolah itu," katanya.

MI Yappi Angkat Bicara

Kepala MI Yappi Natah, Nglipar, Dedy Irawan, menyebut bullying itu merupakan pengakuan perempuan berusia 15 tahun yang membakar MI beberapa hari lalu. Sehingga bullying itu merupakan anggapan dari pelaku.

"Jadi yang dimaksud bullying itu sendiri kami juga belum tahu persisnya bullying seperti apa. Karena begini, misalnya saya sampaikan itu benar bullying, versi anak ya. Tapi gojekan (bercanda) itu ada yang menganggapnya bullying ada yang tidak, namanya juga anak-anak," tuturnya saat ditemui di MI Yappi Natah, Nglipar, Gunungkidul, Senin (24/8/2026).

Dedy juga mengaku apa yang pelaku alami belum diketahui merupakan perundungan atau tidak. Mengingat dari catatan hanya gojekan saja dan apakah itu termasuk bullying atau tidak juga Dedy belum bisa mengklasifikasikannya.

"Namanya juga anak-anak, makanya dalam konteks bullying yang dimaksud itu saya sendiri saya belum bisa jawab. Saya tidak mengerti yang dimaksud dalam BAP itu," ujarnya.

Di sisi lain, Dedy mengaku memang sempat ada guru yang terkena mutasi. Di mana guru itu kemungkinan adalah guru yang sempat pelaku sebut melakukan pemukulan.

"Guru yang dimaksud juga sudah mutasi dari sini (MI Yappi Natah Nglipar)," ucapnya.

Pelaku Tak Ditahan

Polisi menyebut kakak adik yang menjadi pelaku pembakaran tidak ditahan. Sebagai pertimbangan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk dapat tidaknya kasus tersebut naik ke penyidikan, apalagi pelakunya masih anak-anak.

"Kalau anak-anak tidak ditahan, jadi dikembalikan kepada orang tua," kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Tri Hartanto, Jumat (21/8/2026).

Selain karena masih berusia anak, Tri mengatakan saat ini prosesnya masih tahap penyelidikan. Sehingga belum bisa menerapkan pasal terhadap keduanya.

"Kami hanya sebatas untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa pidana dan nanti ke depan kita akan menghadirkan daripada para pihak, seperti dinas terkait. Karena ini menyangkut anak, otomatis harus ada pendampingan juga kan," ujarnya.

Dengan demikian belum ada ancaman hukuman bagi kedua pelaku. Meski begitu, polisi tetap mengusut kasus tersebut.

"Ancaman hukuman nanti belakangan ya. Karena kami ini masih dalam melakukan penyelidikan, hanya sebatas serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa pidana guna menentukan dapat tidaknya dilakukan penyidikan," ucapnya.

Kapolsek Nglipar, AKP Paryadi menambahkan, bahwa orang tua dari kedua pelaku merupakan keluarga dengan kategori miskin.

"Jadi kondisinya memang demikian dan kategori keluarga miskin, sehari-hari orang tua keduanya itu mencari rongsok," katanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Terpopuler Sepekan: Spanyol Juara Dunia Sampai Eks Jampidsus Febrie Ditahan"
[Gambas:Video 20detik] (apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads