Badan Meteorologi, Klimatologi, dab Geofisika (BMKG) DIY memprakirakan gelombang tinggi di perairan selatan DIY dalam beberapa hari ke depan. Gelombang diperkirakan mencapai empat meter hingga 22 Agustus mendatang.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Rahmad Tauladani, menyampaikan pada periode 19-22 Agustus gelombang setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di perairan selatan meliputi Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.
"Tinggi gelombang 2.50-4.0 M berpeluang terjadi di perairan Kulon Progo, perairan Bantul, perairan Gunungkidul, dan Samudera Hindia Selatan Jawa," ujar Rahmad saat dihubungi detikJogja, Kamis (20/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmad menjelaskan, gelombang tinggi disebabkan oleh angin Timuran di perairan selatan. Akibatnya, gelombang tinggi diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Potensi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer laut di sekitar wilayah selatan Jawa seperti angin Timuran dengan kecepatan yang dapat mencapai 20 knots (38 km/jam) yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang yang signifikan dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.
Rahmad mengimbau masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di sekitar perairan selatan untuk tetap waspada. Ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi imbauan dari petugas yang berwenang di sekitar lokasi.
"Nelayan, kapal tongkang/ferry, dan kapal ukuran kecil diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari pelayaran jika tidak mendesak," ucapnya.
"Hindari aktivitas berenang, memancing, atau olahraga air yang dapat membahayakan di wilayah perairan selatan DIY. Selalu mematuhi imbauan petugas setempat dan selalu pantai informasi cuaca dan gelombang laut dari sumber resmi BMKG," pungkas dia.
(afn/alg)

Komentar Terbanyak
Sederet Kekejaman di Daycare Little Aresha Jogja Terungkap di Sidang
Pemda DIY Layangkan Protes ke BPS soal Desil
Komentar Menohok Dinsos DIY Soal Data Desil Berubah: Nggak Elok