Curhatan wisatawan yang merasa tertipu oleh bakul belalang goreng di Gunungkidul jadi viral. Kepada petugas Dinas Pariwisata, bakul itu mengaku sengaja mengganjal isi toplesnya pakai kardus karena harga walang goreng sedang mahal, mencapai Rp 500 ribu per kilogram.
Wisatawan Sambat di Threads
Postingan curhat wisatawan itu diunggah akun Threads @farakhi.
"Penipuan di tempat wisata memang gak ada habisnya. Salah satunya penipuan Belalang Goreng yang terlihat full ternyata disumpel kardus supaya terlihat penuh. Kejadian tgl 16 Agustus 2026 di depan TPR Pantai Gunung Kidul sekitar jam 09.30 WIB Pelaku seorang Ibu2. Harga 35rb/box tanpa ditawar oleh peserta yang saya dampingi. Semoga seluruh pelaku dan warga sekitar pantai gunung kidul tau postingan ini dan oknum pedagang nakal bertobat," tulis akun Threads @farakhi seperti dilihat detikJogja, Rabu (19/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono menyatakan pihaknya telah menelusuri bakul walang goreng yang dikeluhkan tersebut.
"Sudah kami telusuri yang bersangkutan beberapa waktu lalu dan sudah ketemu lokasi jualnya di sekitar pertigaan Srumbung sebelum TPR JJLS. "Ini sedang ditelusuri terkait kebenarannya," ujarnya," katanya saat dihubungi detikJogja, Rabu (19/8/2026).
Alasan Bakul Ganjal Toples
Disparekrafpora Gunungkidul telah mendatangi pedagang walang goreng yang viral karena mengganjal stoples pakai kardus agar isinya kelihatan penuh. Penjual itu beralasan harga walang atau belalang sedang mahal.
Kepala Disparekrafpora Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan pihaknya telah mendatangi pedagang walang goreng yang viral mengganjal kardus stoplesnya di sekitar TPR JJLS pada Rabu (19/8) siang.
"Pedagang memberikan jawaban memang mengemas belalang goreng dengan toples yang di dalamnya diganjal dengan kardus," katanya saat dihubungi detikJogja, Rabu (19/8/2026) sore.
Kepada Disparekrafpora, pedagang itu mengaku mengganjal stoples pakai kardus untuk efisiensi karena harga belalang goreng sedang naik.
"Dari keterangan, penjual mengemas belalang goreng diganjal dengan kardus karena saat ini harga belalang goreng sedang tinggi, yakni Rp 500 ribu per kilogram," ujarnya.
Saran Disparekrafpora Gunungkidul
Disparekrafpora lalu meminta kepada pedagang tersebut agar mengemas belalang goreng dengan kemasan yang ukurannya sesuai dengan isinya.
"Serta membuat stiker yang ditempel di kemasan dengan menyertakan informasi netto (berat bersih) agar lebih informatif untuk pembeli," ucapnya.
Hary juga mengaku bahwa Disparekrafpora telah memberi masukan agar pedagang menyertakan nomor kontak yang bisa dihubungi pada label walang goreng yang dijual.
"Atas masukan yang kami berikan, pedagang yang bertemu dengan kami menerima masukan serta saran tersebut. Kemudian ke depan juga akan menyertakan nomor HP penjual agar ketika ada komplain bisa langsung menghubungi penjualnya," katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Disparekrafpora Gunungkidul, Nanang Putranto, menambahkan pedagang walang goreng tersebut juga mengaku tidak memiliki stoples yang lebih kecil. Sehingga penjual terpaksa melakukan hal seperti itu.
"Lalu kita juga minta tadi wadahnya disesuaikan dengan harga yang ditawarkan, jadi jangan diganjal dan sebagainya," ujarnya.
Nanang juga meminta kepada pedagang itu jika tidak mampu membeli stoples agar menjual walang goreng sesuai beratnya.
"Atau belinya ditimbang saja, berapa gram sehingga malah pasti beli segini dapat segini," ucapnya.
