Pemda DIY mengupayakan bantuan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak bencana gempa yang kuliah di DIY. Selain itu, Pemda DIY juga memberikan bantuan bahan pokok kepada mahasiswa NTT di DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pemerintah turut memikirkan nasib mahasiswa asal NTT di Jogja yang masih berkuliah. Hal itu disampaikan Sultan saat penyerahan bantuan secara simbolis di Kompleks Kepatihan Kota Jogja, Rabu (19/8/2026).
Sultan telah membuat Surat Edaran (SE) ke kampus-kampus agar melakukan pendataan terhadap mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana, termasuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kerusakan rumah atau kesulitan ekonomi akibat bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah kita akan bicara living cost dan mendapatkan kemudahan akses tetap bisa melanjutkan pendidikan di tempat itu. Itu selalu kita lakukan hal yang sama," kata Sultan di Kompleks Kepatihan.
"Hanya sekarang kami belum tahu persis yang berdampak itu siapa saja orangnya, jumlahnya berapa, yang mungkin orang tuanya tidak bisa mengirim untuk biaya hidup di Jogja," sambungnya.
Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, mekanisme terhadap bantuan keringanan biaya kuliah ke mahasiswa asal NTT, nantinya juga diserahkan kepada kebijakan kampus masing-masing.
"Untuk proses verifikasi, kami serahkan sepenuhnya kepada masing-masing universitas. Kebijakan terkait bentuk kelonggaran biaya pendidikan juga kami serahkan kepada universitas masing-masing," papar Made.
Selain itu, Pemda DIY juga menyiapkan bantuan pangan bagi mahasiswa NTT yang tinggal di asrama mahasiswa di Jogja, berupa beras 405 kilogram per bulan, telur, dan mi instan hingga Desember 2026.
"Jadi kami tidak hanya sedikit membantu masyarakat yang ada di NTT, tapi kami juga melihat banyak juga mahasiswa yang bersekolah mencari pendidikan di DIY. Nah, ini sedikit kami juga akan membantu dari sisi permakanannya," papar Made.
"Ini ada bantuan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY berupa beras, itu nanti 405 kilo per bulan, ada telur, dan ada sumber pendamping makanan lainnya," imbuhnya.
Selain bantuan untuk mahasiswa NTT di Jogja, Pemda DIY juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat di NTT yang terdampak bencana gempa bumi.
Bantuan itu meliputi dukungan tanggap darurat, bantuan kesehatan, donasi kemanusiaan. Di antaranya bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp 1 miliar yang akan disalurkan melalui mekanisme transfer langsung kepada Pemerintah Provinsi NTT.
"Pemda DIY akan membantu sebesar Rp 1 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak bencana, nanti akan kita transferkan langsung karena sesuai dengan mekanisme yang ada, gitu," jelas Made.
Kemudian ada bantuan Rp 90 juta dari sektor jasa keuangan di DIY yang dihimpun Bank Indonesia, OJK, FKIJK, dan BPD DIY yang disalurkan melalui Baznas kepada masyarakat terdampak. Juga ada donasi awal ASN Pemda DIY sebesar Rp 10 juta yang diserahkan kepada Baznas
"Semua bantuan ini akan kami pusatkan melalui Baznas, yang nantinya akan menyalurkan sesuai dengan peruntukannya," ujar Made.
Selain itu obat-obatan dan perbekalan kesehatan senilai Rp 38.484.610 berupa paracetamol, paracetamol sirup, multivitamin, vitamin B kompleks, ibuprofen, antasida, cetirizine, cairan infus, sarung tangan medis, dan masker.
Pemda DIY juga menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, JNE, serta Yakkum Emergency Unit (YEU) untuk untuk menyalurkan bantuan tersebut ke NYY.
Dilansir detikNews, gempa M 7,7 terjadi di NTT pada Sabtu (15/8) pagi pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer (km) timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Pusat gempa ada pada kedalaman 15 km. Tsunami sempat terjadi di 10 titik di NTT hingga Sulawesi Selatan (Sulsel). Ratusan gempa susulan terjadi.
