Segudang fenomena langit yang menakjubkan menanti para pencinta astronomi pada Agustus 2026. Bukan hanya bulan purnama, tetapi juga gerhana dan hujan meteor siap menampilkan keindahannya.
Di samping mengetahui jadwal lengkap fenomenanya, detikers juga harus memahami betul bagaimana cara menyaksikannya. Salah-salah, kesehatan matamu bisa terancam atau keindahannya tak dapat dinikmati.
Penasaran ada apa saja? detikJogja sudah menyiapkan daftar lengkap fenomena langit Agustus 2026 beserta jadwal dan panduan menyaksikannya. Baca sampai tuntas, ya, detikers!
Daftar Fenomena Langit Agustus 2026
Ada beberapa fenomena langit menarik yang menunggu selama Agustus 2026. Di antaranya:
1. Merkurius di Elongasi Barat Terjauh
Dikutip dari Earth Sky, planet terdekat dengan Matahari, Merkurius, akan berada di sudut elongasi barat terbesar dari Matahari pada 2 Agustus 2026. Momentum ini bisa dimanfaatkan untuk mengamati Merkurius dari Bumi.
Disarankan untuk mencari Merkurius di langit pagi sesaat sebelum Matahari terbit. Planet ini akan terlihat lebih rendah ketimbang Mars. Pada 2 Agustus, Merkurius tampak 39% diterangi Matahari sehingga lebih mudah dicari menggunakan teleskop.
2. Gerhana Matahari Total
Fenomena langit menarik kedua yang dimiliki Agustus adalah gerhana Matahari total. Dilihat dari Almanak 2026 keluaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gerhana ini bakal terjadi pada 12 Agustus 2026.
Sayangnya, Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak bisa dilihat dari Indonesia. Kejadian astronomi ini hanya bisa disaksikan dari sebagian besar Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, dan Amerika bagian utara.
Begini jadwal peristiwanya dalam Universal Time (UT):
- Gerhana sebagian mulai di lokasi awal: 15.34.01 UT
- Gerhana total mulai di lokasi awal: 16.57.54 UT
- Puncak gerhana: 17.45.43 UT
- Gerhana total berakhir di lokasi akhir: 18.33.57 UT
- Gerhana sebagian berakhir di lokasi akhir: 19.57.47 UT
3. Hujan Meteor Perseid
Agustus diramaikan dengan Hujan Meteor Perseid yang mencapai puncaknya pada 12 Agustus 2026 malam hingga 13 Agustus dini hari. Berdasarkan keterangan dalam 2026 Meteor Shower Calendar terbitan International Meteor Organization (IMO), hujan meteor ini memiliki Zenithal Hourly Rate (ZHR) 100.
Sederhananya, ZHR adalah jumlah meteor yang bisa dilihat dalam rentang waktu satu jam. Semakin besar angka ZHR, maka hujan meteor semakin mudah dilihat. Apalagi, Perseid Agustus terjadi saat Bulan baru sehingga cahaya satelit Bumi itu tidak akan mengganggu.
Dilansir Space, detikers tidak perlu menggunakan alat khusus untuk menyaksikan Hujan Meteor Perseid. Cukup cari tempat yang gelap, lalu biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan terlebih dahulu. Setelahnya, arahkan pandangan ke rasi Perseus.
4. Bulan Purnama
Usai vakum semenjak pertengahan hingga akhir Agustus, detikers bakal disuguhkan bulan purnama yang cantik di langit malam. Tepatnya, pada 28 Agustus 2026 jam 11.18 WIB menurut prediksi BMKG.
Dikutip dari Royal Museums Greenwich, purnama Agustus bernama sturgeon moon. Nama ini berasal dari suku-suku pemancing Amerika Utara. Pasalnya, pada bulan inilah, ikan sturgeon paling banyak muncul. Nama lainnya adalah green corn moon, the grain moon, dan the red moon.
5. Gerhana Bulan Sebagian
Bulan kedelapan kalender Masehi ini bakal ditutup dengan fenomena langit gerhana bulan sebagian. Sayangnya, seperti Gerhana Matahari Total, gerhana pada 28 Agustus 2026 ini tidak bisa dilihat dari Indonesia.
"Gerhana tersebut tidak dapat dilihat dari wilayah Indonesia. Gerhana dapat dilihat di Eropa, Asia Timur Tengah, Afrika, dan Amerika," tulis BMKG dalam almanaknya, dikutip pada Senin (27/7/2026).
Begini fase-fasenya dalam Waktu Indonesia Barat (WIB):
- Gerhana penumbra mulai: 08.23.55 WIB
- Gerhana sebagian mulai: 09.33.48 WIB
- Puncak gerhana: 11.14.04 WIB
- Gerhana sebagian berakhir: 12.51.55 WIB
- Gerhana penumbra mulai: 14.01.41 WIB
Nah, itulah 5 fenomena langit Agustus 2026 beserta jadwal dan panduan menyaksikannya. Jangan sampai kelewatan, ya, detikers!
Simak Video "Video Top 5: Dolly Parton-Yayoi Kusama Meninggal hingga Revaldo Narkoba Lagi"
(num/afn)