5 Fenomena Langit September 2026, Ada Hujan Meteor dan Harvest Moon

5 Fenomena Langit September 2026, Ada Hujan Meteor dan Harvest Moon

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 15:33 WIB
First place in the 2021 IAU OAE Astrophotography Contest, category Meteor showers: Geminid Meteor Shower from China, by Dai Jianfeng, China. A meteor shower occurs when the Earth in its orbit around the Sun, passes through a debris trail left previously by a comet on its approach around the Sun. As the Earth enters this debris (small sand grain sized), they enter the atmosphere at high speeds and on parallel trajectories, burning completely leaving beautiful tracks (streaks) in the sky. These streaks can appear and disappear in the blink of an eye, or last much longer. On rare occasions the debris originates from asteroids, as in the case of the Geminid meteor shower, shown in this image, picturing many streaks of debris captured in the sky of China in 2017. Due to relative motions and perspective, the shower appears to come from one single point, known as the radiant point, beautifully pictured in this image. This is similar to driving in a car on a rainy day without any wind, looking out the front window it seems that the rain is coming directly towards the window, when in fact the rain is falling vertically downwards. Link:  See image in Zenodo
Foto: Dai Jianfeng/IAU OAE/Jeff Dai/Wikimedia Commons/CC BY 4.0
Bandung -

Fenomena langit September 2026 akan menghiasi langit Indonesia dengan sejumlah peristiwa astronomi menarik. Mulai dari hujan meteor, ekuinoks September, hingga Bulan Purnama yang dikenal dengan sebutan Harvest Moon.

Bagi masyarakat yang gemar mengamati benda-benda langit, September 2026 bisa menjadi salah satu bulan yang menarik untuk mencatat sejumlah tanggal fenomena astronomi.

Mengacu pada kalender astronomi In The Sky, setidaknya ada lima fenomena langit yang dapat menjadi agenda pengamatan sepanjang September 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, fenomena langit apa saja yang terjadi pada September 2026 dan kapan waktu puncaknya? Berikut daftar lengkapnya.

1. Hujan Meteor Aurigid - 1 September 2026

Fenomena langit September 2026 diawali dengan hujan meteor Aurigid yang mencapai puncaknya pada 1 September 2026.

ADVERTISEMENT

Hujan meteor Aurigid sebenarnya aktif sejak 28 Agustus hingga 5 September 2026. Pada kondisi pengamatan ideal, fenomena ini diperkirakan memiliki aktivitas maksimum sekitar enam meteor per jam.

Aurigid berasal dari arah rasi bintang Auriga. Meteor dapat terlihat ketika serpihan material yang ditinggalkan benda induknya memasuki atmosfer Bumi dan terbakar.

Benda induk yang berkaitan dengan hujan meteor Aurigid diketahui merupakan komet C/1911 N1 (Kiess).

Bagi pengamat langit, kondisi cuaca dan tingkat polusi cahaya menjadi faktor penting untuk melihat meteor. Semakin gelap kondisi langit, peluang melihat meteor juga semakin baik.

2. Hujan Meteor ε-Perseid - 9 September 2026

Fenomena berikutnya adalah hujan meteor September ε-Perseid yang mencapai puncaknya sekitar 9 September 2026.

Hujan meteor ini aktif mulai 5 hingga 21 September 2026, dengan perkiraan laju maksimum sekitar lima meteor per jam dalam kondisi langit ideal.

Radiannya berada di kawasan rasi Perseus.

Menariknya, kondisi pengamatan ε-Perseid diperkirakan cukup baik karena puncak aktivitasnya berdekatan dengan fase Bulan Baru. Minimnya cahaya Bulan dapat membantu pengamat melihat meteor yang melintas di langit.

Meski demikian, hasil pengamatan tetap bergantung pada lokasi, kondisi cuaca, dan tingkat polusi cahaya di sekitar tempat pengamatan.

3. Ekuinoks September - 23 September 2026

Selain hujan meteor, September 2026 juga menjadi waktu terjadinya ekuinoks September.

Ekuinoks merupakan peristiwa ketika Matahari melintasi bidang ekuator Bumi. Kondisi tersebut membuat durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi berada dalam kondisi yang hampir sama.

Pada 23 September 2026, ekuinoks September menandai awal musim gugur di belahan Bumi utara dan awal musim semi di belahan Bumi selatan.

Lantas, apakah ekuinoks membuat Indonesia mengalami pergantian musim?

Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa tidak mengalami pergantian empat musim seperti negara-negara yang berada di wilayah lintang menengah. Karena itu, ekuinoks tidak berarti Indonesia memasuki musim gugur atau musim semi.

Fenomena ini lebih berkaitan dengan posisi Matahari terhadap Bumi dan perubahan panjang siang-malam di berbagai wilayah.

4. Bulan Purnama Harvest Moon - 26 September 2026

Salah satu fenomena langit yang paling menarik pada September 2026 adalah Bulan Purnama pada 26 September.

Bulan mencapai fase purnama pada 26 September 2026 pukul 16.48 UTC atau 23.48 WIB.

Dari Indonesia, Bulan Purnama dapat diamati pada malam hari di sekitar tanggal tersebut, tergantung kondisi langit dan lokasi pengamat.

Bulan Purnama September 2026 dikenal sebagai Harvest Moon karena menjadi Bulan Purnama yang paling dekat dengan ekuinoks September pada tahun ini.

Istilah Harvest Moon merupakan nama tradisional untuk Bulan Purnama yang berkaitan dengan periode panen.

Karena itu, masyarakat yang ingin menikmati pemandangan Bulan Purnama dapat mencatat 26 September 2026 sebagai salah satu tanggal penting dalam kalender astronomi bulan ini.

5. Hujan Meteor Sextantid - 27 September 2026

Fenomena langit September 2026 ditutup dengan hujan meteor Sextantid yang mencapai puncaknya pada 27 September 2026.

Sextantid aktif dalam periode yang cukup panjang, yakni mulai 9 September hingga 9 Oktober 2026. Pada kondisi ideal, hujan meteor ini diperkirakan memiliki laju maksimum sekitar lima meteor per jam.

Sextantid memiliki titik radian di kawasan rasi Sextans. Namun, ada tantangan tersendiri untuk mengamati fenomena ini. Sextantid dikenal sebagai hujan meteor siang hari karena titik radiannya berada tinggi setelah Matahari terbit.

Akibatnya, pengamatan meteor menjadi lebih sulit karena cahaya Matahari sudah mendominasi langit.

Daftar Fenomena Langit September 2026

Agar lebih mudah dicatat, berikut rangkuman fenomena astronomi September 2026:

  • 1 September Hujan Meteor Aurigid Puncak, sekitar 6 meteor/jam

  • 9 September Hujan Meteor ε-Perseid Puncak, sekitar 5 meteor/jam

  • 23 September Ekuinoks September Matahari melintasi bidang ekuator Bumi

  • 26 September Harvest Moon Bulan Purnama, puncak pukul 23.48 WIB

  • 27 September Hujan Meteor Sextantid Puncak, sekitar 5 meteor/jam

Tips Melihat Fenomena Langit September 2026

Tidak semua fenomena astronomi membutuhkan peralatan khusus untuk diamati. Namun, kondisi lokasi sangat menentukan keberhasilan pengamatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengamati fenomena langit September 2026, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Pilih lokasi dengan langit yang minim polusi cahaya.

  • Periksa kondisi cuaca sebelum melakukan pengamatan.

  • Pilih waktu pengamatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing fenomena.

  • Berikan waktu bagi mata untuk beradaptasi dengan kondisi gelap.

  • Hindari sumber cahaya terang di sekitar lokasi pengamatan.

  • Gunakan aplikasi atau peta langit jika ingin mengetahui posisi rasi bintang dan arah datangnya meteor.

Perlu diingat, waktu dan tingkat keterlihatan fenomena astronomi dapat berbeda berdasarkan lokasi pengamat, kondisi cuaca, polusi cahaya, serta waktu terbit dan terbenam benda-benda langit.

Jadi, bagi pencinta astronomi, September 2026 memiliki sejumlah fenomena langit menarik yang layak dicatat, mulai dari hujan meteor Aurigid pada 1 September, ε-Perseid pada 9 September, ekuinoks pada 23 September, Harvest Moon pada 26 September, hingga hujan meteor Sextantid pada 27 September.

Jangan lupa mencatat tanggalnya agar tidak melewatkan fenomena langit yang dapat diamati sepanjang September 2026.



(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads