Polres Bantul mengungkapkan bahwa mobil dinas Brimob yang tertemper kereta api di perlintasan Tapen, Argosari, Sedayu, Bantul berisi dua orang yang terdiri dari pengendara dan penumpang. Sedangkan kondisi pengendara dan penumpang mobil tersebut tidak ada yang mengalami luka.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan bahwa mobil dinas milik Brimob itu merupakan Isuzu dengan nomor 17416-XX IV. Sedangkan pengemudinya adalah Bripka Yudi Saputro (39) bersama penumpangnya, Bripda Tommy Priambada (31).
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Baik pengemudi Bripka Yudi maupun penumpangnya Bripda Tommy berada dalam kondisi sehat walafiat tanpa luka," katanya kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk awal mula kejadian, Rita menyebut bahwa saat mobil dinas Brimob hendak melintasi perlintasan rel kereta api dari arah selatan. Namun, setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kurang memperhatikan situasi rel sehingga tidak menyadari adanya KA Bandara yang dikemudikan masinis Asrul tengah melintas dari arah utara.
"Begitu sampai di palang pintu perlintasan, pengemudi kurang memperhatikan adanya KA Bandara yang hendak melintas dari arah utara. Karena jarak yang sudah dekat, kereta api menyerempet bagian kap depan mobil tersebut," ujarnya.
Terlepas dari hal tersebut, Rita membeberkan bahwa perlintasan kereta api di Dusun Tapen tersebut sejatinya belum dilengkapi dengan sistem palang pintu otomatis dan belum memiliki petugas penjaga. Meski bangunan pos perlintasan sudah berdiri di lokasi, fasilitas pengamanan tersebut baru dijadwalkan beroperasi secara resmi pada bulan depan.
"Di lokasi kejadian, palang pintu kereta api tersebut memang belum otomatis dan belum ada penjanganya, namun sudah berdiri pos perlintasan. Fasilitas tersebut rencananya baru mulai beroperasional pada bulan Agustus 2026," katanya.
Sehingga, Rita menyebut jika penyebab kejadian di perlintasan Tapen karena palang pintu otomatis belum berfungsi secara maksimal.
"Oleh karena itu, diduga kecelakaan terjadi karena sistem palang pintu otomatis di perlintasan belum beroperasi sehingga pengamanan perlintasan belum berfungsi secara optimal," ujarnya.
Selain faktor belum beroperasinya palang pintu otomatis, polisi menilai kurangnya kewaspadaan pengemudi saat hendak melintasi rel menjadi penyebab utama insiden ini.

Komentar Terbanyak
Bumil-Ibu Menyusui Ikut Jadi Korban Keracunan MBG di Wates
Awal Mula Terungkapnya Sultan HB X Jadi Korban Rekayasa AI
Alasan Mahasiswa USD Cosplay Kamen Rider Saat Ujian Proposal Tesis