Ramai-ramai Pegawai Notaris Protes Layanan 'Lelet' BPN Sleman

Terpopuler Sepekan

Ramai-ramai Pegawai Notaris Protes Layanan 'Lelet' BPN Sleman

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 13 Jun 2026 11:15 WIB
Aksi demonstrasi paguyuban notaris di Kantor Pertanahan/BPN Sleman, Rabu (10/6/2026)
Aksi demonstrasi paguyuban notaris di Kantor Pertanahan/BPN Sleman, Rabu (10/6/2026). Foto: Jauh Hari Wawan/detikJogja
Jogja -

Massa pegawai notaris dan PPAT di Sleman melakukan aksi di Kantor Pertanahan/BPN Kabupaten Sleman, pekan ini. Mereka mengeluhkan leletnya layanan di BPN Sleman.

Pemberitaan soal demo di Kantor BPN Sleman ini menjadi salah satu berita yang paling banyak dibaca pembaca detikJogja pekan ini. Berikut ulasan terkait pemberitaan tersebut.

Proses Koreksi Berkas-Validasi Sertifikat Dinilai Lambat

Aksi dilakukan oleg massa yang tergabung dalam Paguyuban Pegawai Notaris, PPAT dan Freelance Sleman pada Rabu (10/6). Mereka mendatangi area lobi Kantor BPN dengan membawa sejumlah poster kritikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poster-poster itu antara lain bertuliskan 'Luwih Suwe Gawe Sertifikat Daripada Gawe Omah', 'Penak Jaman Biyen Pak Opo-opo Suwe Terus2no Pak Aku Rapo2x'.

Pertama, pada layanan Loket 3. Pemohon mengeluhkan proses koreksi berkas yang dinilai lambat, terutama untuk pengurusan konversi dan pemecahan waris. Selain itu, penerbitan Surat Perintah Setor (SPS) disebut memakan waktu lama dan masih terdapat ketidakpastian terkait persyaratan berkas yang harus dipenuhi.

ADVERTISEMENT

Kedua, pada loket pengambilan dokumen. Pemohon menilai proses pelayanan berlangsung lama dan informasi yang diterima tidak sesuai dengan data yang ditampilkan dalam aplikasi Sentuh Tanahku.

Ketiga, pada layanan validasi Surat Ukur (SU), masyarakat menyoroti proses validasi yang dinilai terlalu lama. Mereka juga mempertanyakan hasil kerja 10 tenaga bantuan dari Pemerintah Daerah yang sebelumnya dilibatkan untuk membantu percepatan pelayanan.

Selanjutnya, pada layanan konversi dan pemecahan bidang tanah, sejumlah persoalan turut disampaikan. Pemohon mengeluhkan penerbitan SPS kedua yang lambat, jadwal kerja panitia yang dinilai terlalu lama, hingga persoalan armada operasional panitia yang disebut masih ditanggung oleh BPN.

Selain itu, terdapat sejumlah persoalan teknis yang turut menjadi sorotan, antara lain terkait permasalahan taman komunal, proses pemecahan bidang kedua yang telah dilakukan balik nama, kelebihan luas hasil konversi, penerbitan surat ukur yang lama, serta keterlambatan penerbitan tugas ukur.

Massa juga meminta BPN memberikan penjelasan penggunaan Letter Model D dan E, meninjau ulang kebijakan surat pernyataan pencabutan berkas, serta memberikan kepastian hukum terhadap produk tapak kapling dan site plan hingga sertifikat selesai diterbitkan.

Terakhir, terkait pengurusan sertifikat hilang. Mereka menilai jadwal pengambilan sumpah berlangsung terlalu lama dan pemberitahuan jadwal sumpah kerap diberikan secara mendadak.

BPN Sleman Janji Evaluasi

Kritikan massa dijawab Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Imam Nawawi. Ia berjanji melakukan evaluasi terhadap layanan.

"Keluhan sudah kami terima. Ada cukup banyak tadi catatan-catatan tapi alhamdulillah dari mereka tadi pun sudah memberikan apresiasi wabil khusus terhadap layanan yang sudah berjalan. Itu semua karena memang ada banyak kendala baik itu SDM," kata Imam ditemui wartawan di sela aksi di Kantor BPN Sleman.

Imam juga menjelaskan soal proses koreksi berkas yang dinilai memakan waktu lama. Menurutnya proses koreksi itu panjang lantaran masih ditemukan kesalahan administrasi yang berulang pada dokumen yang diajukan pemohon.

Aksi demonstrasi paguyuban notaris di Kantor Pertanahan/BPN Sleman, Rabu (10/6/2026)Aksi demonstrasi paguyuban notaris di Kantor Pertanahan/BPN Sleman, Rabu (10/6/2026) Foto: Jauh Hari Wawan/detikJogja

Imam juga menyebut telah mendapat 10 tenaga bantuan membantu mempercepat proses validasi yang sebelumnya menjadi salah satu titik kendala pelayanan.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah mensupport Kantor Pertanahan untuk nambahkan 10 tenaga bantu khusus. Ini memang saya duga keharusan, ini tadinya terkendala tapi dengan bantuan ini alhamdulillah bisa lancar," ujarnya.

Imam juga menegaskan akan melakukan pembenahan terkait penerbitan surat ukur dan beberapa layanan lain yang dinilai masih lambat. Ia menerangkan akan menambah SDM pada layanan yang masih mengalami antrean pekerjaan.

"Masukan dari teman-teman pengguna layanan sebagai energi buat kami, koreksi, masukan, untuk kami terus selalu berbenah. Mohon dukungan, kerja sama dari semua. Masukan dari rekan-rekan termasuk masyarakat sangat kami butuhkan untuk perbaikan dan untuk memberikan layanan terbaik buat masyarakat Sleman," pungkasnya.



(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads