Pengurus GMS Ungkap Sempat Ditawari Pemkab Bantul Pakai Pendapa untuk Ibadah

Pengurus GMS Ungkap Sempat Ditawari Pemkab Bantul Pakai Pendapa untuk Ibadah

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 05 Jun 2026 22:05 WIB
Humas GMS Pusat, Josiah Michael, saat memberi keterangan, Jumat (5/6/2026).
Humas GMS Pusat, Josiah Michael, saat memberi keterangan, Jumat (5/6/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Pengurus Gereja Misi Sejahtera (GMS) mengungkap, mereka sempat mendapat tawaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk beribadah di pendapa. Namun, mereka memutuskan belum bisa mengambil opsi itu.

Humas GMS Pusat, Josiah Michael, mengatakan saat ini, GMS yang berlokasi di Sewon itu belum bisa melaksanakan ibadah seperti biasa. Josiah menuturkan, pihaknya sempat mendapat penawaran dari Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, soal penggunaan pendapa untuk beribadah.

"Kalau untuk saat ini memang masih belum bisa dipergunakan, tetapi sempat memang ada pemberitahuan atau ada bantuan dari Pemkab, yaitu Pak Bupati, mengizinkan untuk menggunakan pendopo Kabupaten," katanya kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, Josiah mengaku belum mengambil opsi tersebut. Pihaknya mempertimbangkan beberapa hal, khususnya terkait jarak.

ADVERTISEMENT

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kebetulan dari beliau, tetapi setelah kami mempertimbangkan berbagai faktor kita belum bisa mengambil opsi untuk beribadah di pendopo," ucapnya.

"Jadi kita sementara mungkin hari Minggu besok belum melaksanakan ibadah dulu untuk GMS Bantul," lanjut Josiah.

Saat ditanya hingga kapan jemaat tidak beribadah di GMS Bantul, Josiah mengaku hanya sementara. Mengingat saat ini GMS tengah melengkapi persyaratan terkait izin tempat ibadah.

"Sampai mudah-mudahan enggak lama lah, kita berharap sih izin segera keluar. Jadi kita bisa segera melakukan ibadah di GMS Bantul," ujarnya.

Terkait sampai mana pengurusan izin GMS Bantul, Josiah mengaku sudah melengkapi semua dokumen yang diperlukan.

"Kalau dari GMS sendiri sudah melengkapi semua dokumen yang perlu ditambahkan, ya. Jadi memang kemarin kan ada tambahan yang diminta oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dan itu sudah kami serahkan semua, sudah dilengkapi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Sewon, Bantul, memutuskan melaksanakan ibadah secara daring (online). Jemaat berharap ibadah online bisa dilakukan sekali saja.

Pengumuman soal pelaksanaan ibadah online diunggah di Instagram @gmschurch.

"Mengikuti imbauan resmi dari pemerintah, maka seluruh kegiatan ibadah GMS Bantul pada tanggal 31 Mei 2026 ditiadakan dan dialihkan menjadi ibadah online melalui streaming di gms.church," tulis keterangan dalam unggahan akun @gmschurch dilihat detikJogja, Minggu (31/5).

Dimintai konfirmasi mengenai informasi di unggahan tersebut, Humas GMS Pusat, Josiah Michael pun membenarkan. Ia menyatakan pihaknya mengikuti arahan bahwa jemaat GMS Bantul belum bisa melakukan ibadah di gedung gerejanya sendiri.

"Iya betul mas (ibadah dilaksanakan online)," ujar Josiah.

"Ya mengikuti arahan, kita tidak beribadah onsite minggu ini di Bantul," sambungnya.



(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads