Cerita Fia Warga Seyegan Sleman Rumahnya Sehari Terbakar hingga 9 Kali

Cerita Fia Warga Seyegan Sleman Rumahnya Sehari Terbakar hingga 9 Kali

Tim detikJogja - detikJogja
Selasa, 02 Jun 2026 16:44 WIB
Kaus yang tiba-tiba terbakar di rumah warga Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026)
Kaus yang tiba-tiba terbakar di rumah warga Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026) Foto: dok. detikJogja
Jogja -

Rumah Mutfiana, warga Kasuran Mriyan X, Seyegan, Sleman, sudah puluhan kali terbakar secara acak sejak Sabtu (23/5) atau 10 hari terakhir. Ia mengungkap dalam sehari, si jago merah bisa muncul hingga 7 kali.

Fia, sapaan akrabnya, menuturkan total rumahnya sudah 73 kali kebakaran, dengan api terbaru muncul pada Senin (1/6) siang sekitar pukul 12.19 WIB. Ia menjabarkan api sudah muncul di 65 titik di rumahnya.

"Sama yang ini tadi berarti totalnya 73 kali. Di sekitar 65 titik," kata Fia saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehari 7, 8, 9 (kali). Kamar itu kebakaran baru dua kali," lanjutnya.

Ia melanjutkan, bahkan momen kebakaran terjadi ketika tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah melakukan penelitian di rumahnya.

ADVERTISEMENT

"Memang terjadi dan ruangan itu sebenarnya kosong waktu tadi, waktu terjadinya api. Ibu masuk baru kelihatan nih apinya udah gede," jelasnya.

Tim UGM Saksikan Langsung

Tim peneliti dari UGM juga menyaksikan langsung kejadian terbakarnya sejumlah barang di rumah Mutfia hari ini. Dari pantauan detikJogja, sekitar pukul 12:19 WIB, tiba-tiba kaus di dalam kamar terbakar.

Sebelum api semakin membesar, tim menyemprotkan APAR untuk memadamkan api. Tak berselang lama di kaus tersebut mulai muncul asap putih. Selanjutnya, tim peneliti kemudian membawa kaus itu ke luar ruangan. Dari hasil pengukuran, terjadi peningkatan suhu di kaus tersebut dan asap putih semakin mengepul.

"Ini kami tadi barusan menyaksikan apa, live ya, maksudnya live terjadinya kebakaran setelah diinfokan oleh Mbak Mut (Mutfia) tadi. Nah, ini adalah satu satu kejadian yang memang luar biasa ya, kita bisa lihat langsung," terang Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) FT UGM Prof Alva Edy Tontowi.

Adanya Gas Hidrogen pada Pakaian yang Terbakar

Prof Alva menjelaskan, saat diukur menggunakan alat, terdapat peningkatan suhu di kaus yang terbakar. Tim juga mendapati keberadaan gas hidrogen atau H2 di pakaian yang terbakar hari ini.

"Dan ini pada intinya adalah tadi diukur, kita mengukur suhu. Suhunya juga naik terus. Kemudian yang terpantau hidrogennya, H2-nya yang naik terus. Gas hidrogen," jelasnya.

Ia mengatakan, sampel yang diambil akan diteliti di lab pada Selasa (2/6) guna menganalisa penyebab kemunculan gas hidrogen. Untuk mengurangi potensi terjadinya kebakaran, tim meminta kepada pemilik rumah untuk mengosongkan ruangan tersebut.

"Karena di situ ada kain, ada kertas, ada apa yang kemudian akan pindah juga tempat-tempat yang potensial tadi," katanya.

"Jadi ada satu kondisi kenapa (kebakarannya) pindah-pindah karena berupa gas. Gas itu bisa konsentrasi sana memenuhi syarat, nyala," imbuhnya.

Terkait dengan hasil observasi yang dilakukan, pihaknya masih belum bisa mengambil kesimpulan. Keberadaan hidrogen, metana, dan dugaan-dugaan lain masih harus diteliti lebih lanjut agar mendapatkan hasil yang pasti.

"Nah, sementara ini dugaan-dugaan, ini baru dugaan-dugaan ya, tetapi nanti pastinya itu adalah dari yang apa lab yang sudah terukur ya. Bukan hanya sebuah kata-kata, tetapi ini adalah angka-angka yang bicara," ujarnya.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads