Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 di Cilacap terasa hingga sebagian wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). BMKG mencatat gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.
BMKG mencatat gempa bumi tektonik ini terjadi pada Jumat (4/8/2026) pukul 12.05 WIB. Episenter gempa terletak di koordinat 8,27° Lintang Selatan dan 109,02° Bujur Timur. Gempa ini tepatnya berlokasi di laut 59 km Selatan Kota Cilacap, Jawa Tengah.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak Berpotensi Tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki pergerakan turun (Normal Fault), sambungnya.
BMKG mencatat getaran gempa yang bersumber di Cilacap ini dirasakan di sejumlah wilayah di DIY dan juga Jawa Tengah. Rinciannya:
1. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto, Kulon Progo.
2. II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang-Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Pangandaran.
3. II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Pacitan, Sleman, Wonogiri.
Berdasarkan monitoring BMKG hingga pukul 12.40 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan akan menyampaikan pemutakhiran informasi ke publik.
"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi," pesan Wijayanto.
