Seekor sapi milik warga Wintaos, Girimulyo, Panggang, Gunungkidul mati dalam kondisi dua kaki hingga paha belakangnya hilang. Saat ini polisi masih menyelidiki apakah sapi itu disembelih orang tidak dikenal atau korban serangan hewan liar.
Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco mengatakan, bahwa kejadian bermula saat Partiyem pergi ke kandang ternaknya di ladang, hari ini sekitar pukul 07.00 WIB. Hal tersebut untuk mengecek dan memberi pakan ternak milik suaminya.
"Sampai di kandang, saksi (Partiyem) mendapati sapi mati dengan kondisi beberapa bagian tubuhnya hilang," katanya saat dihubungi detikJogja, Jumat (4/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapati hal tersebut, Partiyem memberitahu suaminya dan berlanjut hingga Polsek Panggang. Mendapat informasi tersebut, Polsek Panggang langsung menuju ke lokasi kejadian.
"Berdasarkan kondisi fisik bangkai sapi di lokasi, muncul dua dugaan kuat penyebab kematian, yaitu menjadi korban penyembelihan oleh orang asing, atau akibat serangan hewan liar," ujarnya.
Di sisi lain, Gatot mengungkapkan bahwa pemilik sapi telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Padahal, akibat kejadian tersebut pemilik sapi mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta
"Meski mengalami kerugian besar, pemilik sapi menyatakan telah ikhlas dan menerima peristiwa ini murni sebagai musibah," ucapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Panggang, Aiptu Suyanto mengatakan bahwa telah mendatangi lokasi kejadian. Hasilnya, beberapa bagian tubuh sapi memang hilang.
"Dua paha bagian belakang sapi hilang, kalau lainnya ditinggal di lokasi kejadian," katanya.
Oleh sebab itu, Suyanto mengaku polisi tetap melakukan penyelidikan meski pemilik sapi telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Penyelidikan itu lebih kepada untuk mengetahui penyebab pasti matinya sapi tersebut.
"Kita tetap lakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar sapi itu mati karena disembelih atau jadi korban serangan hewan liar," ujarnya.
