Pernyataan Lengkap Sultan HB X soal Pembubaran Ibadah Gereja GMS Bantul

Pernyataan Lengkap Sultan HB X soal Pembubaran Ibadah Gereja GMS Bantul

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 26 Mei 2026 17:18 WIB
Pernyataan Lengkap Sultan HB X soal Pembubaran Ibadah Gereja GMS Bantul
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Senin (25/5/2026). (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Jogja -

Sekelompok orang membubarkan ibadah jemaat di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Sewon, Bantul, pada Minggu (24/5). Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, angkat bicara.

Ditemui di kompleks Kepatihan, Kota Jogja, Senin (25/5/2026), Sultan HB X menyinggung soal perbedaan terkait kejadian tersebut. Berikut pernyataan lengkapnya:

"Yang namanya manusia itu perbedaan itu ada tapi tidak memahami bahwa Allah itu memang menciptakan memang rasnya ya berbeda, agama ya berbeda, asal usulnya juga dari yang berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi sebetulnya perbedaan itu keniscayaan. Memang ciptaannya begitu. Bukan dia yang paling bener sendiri. Nggak ada.

Kira-kira itu aja. Ya masalah kesadaran saja. Pemahaman aja,"

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, postingan bernarasi adanya pembubaran ibadah di salah satu gereja di Sewon, Bantul oleh sekelompok orang ramai di media sosial (medsos).

"Lagi dan lagi, hari ini saya mendapatkan laporan tentang adanya pembubaran ibadah paksa yang dialami oleh Jemaat Gereia GMS Bantul oleh oknum-oknum Intolerans. bahkan sampai memakai kekerasan. tolong diatensi broku @yudhawk157," tulis akun Instagram @davidherson_official seperti dilihat detikJogja, Senin (25/5).

"Apa mereka lupa bahwa Negara ini menjamin sesuai dengan Pasal 29:1&2 Undang-undang dasar 1945 bahwa setiap negara berhak untuk beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mohon perhatiannva dan tindak secara tegas oknum-oknum intolerans tersebut @kapolri_indonesia @pemkabbantul @kemenag_ri @polresbantuldiy @poldajogja," lanjut akun tersebut.

Dimintai konfirmasi, Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta membenarkan adanya kejadian tersebut. Yulius menyebut kejadian itu terjadi kemarin, Minggu (24/5).

"Kesbangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," katanya saat dihubungi wartawan.

Bahkan, Yulius menyebut jika Kesbangpol telah mencoba untuk melakukan antisipasi terkait pergerakan tersebut. Akan tetapi, kejadian tersebut akhirnya tetap terjadi.

"Kami sudah mencoba untuk mengantisipasi, tapi memang faktanya kemarin terjadi pergerakan di tempat kegiatan GMS seperti itu," ucapnya.

Sementara,Forum Jihad Islam (FJI) Daerah Istimewa (DIY) menjelaskan soal peristiwa itu. Ketua FJI DIY, Abdurrahman mengatakan pihaknya mendapat laporan dari warga terkait peresmian GMS. Kemudian FJI DIY datang ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB hari MInggu (24/5).

"Jadi itu bangunan itu kan sudah dua tahun, dari mulai apa, proses pembangunan. Nah, kemarin kan mau diresmikan dari pihak GMS," kata Abdurrahman saat dihubungi wartawan, Senin (25/5).




(aku/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads