Umat Islam diajarkan untuk menyambut hari raya dalam kondisi terbaik. Oleh sebab itu, salah satu amalan sunnah yang dianjurkan saat hari raya Idul Adha adalah mandi sebelum melaksanakan sholat Id.
Mandi sunnah Idul Adha memiliki tata cara yang hampir sama dengan mandi junub atau mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar. Perbedaannya terletak pada niat yang dibaca sebelum mandi. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan niat yang benar agar ibadah mandi sunnah Idul Adha dapat dilaksanakan dengan tepat.
Selain tata cara dan niat, waktu pelaksanaan mandi sunnah Idul Adha juga menjadi hal yang penting diketahui. Pasalnya, terdapat waktu yang dianggap paling utama atau afdalnya untuk melaksanakan mandi sunnah sebelum sholat Id berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, bagaimana tata cara mandi sunnah Idul Adha 2026 yang benar? Apa bacaan niat mandi sunnah Idul Adha serta kapan waktu terbaik untuk melaksanakannya? Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Hukum Mandi Sebelum Sholat Id
Disadur dari buku Sehari Semalam Bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam karya Daeng Naja, mandi hari raya hukumnya sunnah. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib yang dikenal sangat meneladani Nabi Muhammad SAW. hadits tersebut berbunyi:
"Seseorang pernah bertanya pada Ali RA mengenai mandi. Ali menjawab, 'Mandilah setiap hari jika kamu mau.'. Orang tadi berkata, 'Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?' Ali menjawab, 'Mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Idul Adha dan Idul Fitri.'" (HR Al-Baihaqi)
Berdasarkan hadits di atas dapat diketahui bahwa mandi ketika hari raya Idul Adha adalah perbuatan yang dianjurkan. Selain menjadikan diri bersih dan suci, mandi ketika hari raya khususnya sebelum melaksanakan sholat Id adalah cara bagi umat Islam untuk tampil sebaik-baiknya di hari raya dan merupakan amalan yang dicintai oleh Allah SWT.
Selain hadits tersebut, terdapat pula hadits yang menyebutkan mandi sebelum sholat Id adalah kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah. Dirujuk dari buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya oleh R Syamsul dan M Nielda, hadits tersebut berbunyi:
كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى
Artinya: "Bahwasanya Rasulullah SAW mandi pada hari raya Fitri dan Hari Raya Adha." (HR Ibnu Majah)
Bacaan Niat Mandi Sunnah Idul Adha
Sebelum melaksanakan mandi sunnah Idul Adha, umat Islam dianjurkan membaca niat terlebih dahulu. Niat menjadi pembeda antara mandi biasa dengan mandi sunnah yang dilakukan sebagai bentuk ibadah untuk menyambut Hari Raya Idul Adha.
Bacaan niat mandi sunnah Idul Adha dikutip dari buku 23 Shalat Sunnah Penjelasan dan Tata Cara Pelaksanaannya tulisan Arief Rachman Badrudin adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْأَضْحَى سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla li'īdil adhḥā sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat mandi sunnah untuk Idul Adha karena Allah Ta'ala."
Waktu Afdal Mandi Sunnah Idul Adha
Dikutip dari buku Ensiklopedia Fikih Wanita karya Agus Arifin dan Sundus Wahidah, para ulama dari empat mazhab memiliki pandangan yang berbeda mengenai waktu pelaksanaan mandi sunnah hari raya. Berikut penjabarannya:
1. Ulama Hanafi
Ulama mazhab Hanafi berpendapat bahwa mandi pada hari raya dilakukan untuk kepentingan pelaksanaan sholat Id. Oleh karena itu, mandi sunnah Idul Adha dikaitkan dengan waktu sebelum melaksanakan sholat lat Id. Dalam pandangan ini, tujuan utama mandi sunnah adalah mempersiapkan diri agar berada dalam kondisi bersih dan suci ketika menghadiri sholat Id berjamaah.
2. Ulama Maliki
Sementara itu, ulama mazhab Maliki berpandangan bahwa mandi hari raya tidak hanya berkaitan dengan sholat Id, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya itu sendiri. Oleh sebab itu, orang yang tidak melaksanakan sholat Id pun tetap disunnahkan mandi. Mazhab Maliki menjelaskan bahwa waktu mandi sunnah dimulai sejak seperenam terakhir malam hari dan lebih dianjurkan dilakukan setelah terbit fajar pada hari raya.
3. Ulama Syafi'i
Menurut ulama mazhab Syafi'i, mandi sunnah Idul Adha tidak hanya bertujuan untuk sholat Id, tetapi juga untuk berhias dan memperindah diri dalam menyambut hari raya. Dalam mazhab ini, waktu disunnahkannya mandi dimulai sejak pertengahan malam hari raya hingga terbenamnya matahari pada hari tersebut. Artinya, seseorang tetap dapat melaksanakan mandi sunnah meskipun tidak mengikuti sholat Id.
4. Ulama Hanbali
Berbeda dengan mazhab Syafi'i dan Maliki, ulama Hanbali berpendapat bahwa mandi sunnah hari raya dilakukan khusus untuk kepentingan sholat Id. Oleh sebab itu, menurut mazhab Hanbali, mandi sunnah Idul Adha tidak sah apabila dilakukan sebelum terbit fajar maupun setelah pelaksanaan sholat Id selesai.
Sementara itu, NU Online melansir waktu yang paling afdal untuk melaksanakan mandi sunnah hari raya adalah sejak pertengahan malam hingga sebelum dilaksanakannya sholat Id. Pendapat ini merujuk keterangan Syekh Baijuri sebagai berikut:
ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل
Artinya: "Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam."
Dengan demikian, umat Islam dapat melaksanakan mandi sunnah Idul Adha mulai malam hari menjelang Idul Adha hingga sebelum berangkat melaksanakan sholat Id. Namun, banyak ulama menganjurkan agar mandi dilakukan pada pagi hari setelah subuh supaya tubuh tetap bersih dan segar ketika menghadiri sholat Id berjamaah.
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha
Pada praktiknya, mandi sunnah Idul Adha dilakukan dengan tata cara yang hampir sama seperti mandi junub atau mandi wajib. Perbedaannya terletak pada niat yang dibaca sebelum mandi, yakni diniatkan untuk melaksanakan mandi sunnah menyambut Hari Raya Idul Adha.
Dikutip dari buku Ritual Bersuci Rasulullah SAW Menurut 4 Mazhab karya Isnan Ansory, berikut tata cara mandi sunnah Idul Adha berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Aisyah RA berkata, ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan:
- Mencuci kedua tangan terlebih dahulu.
- Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.
- Mencuci kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis.
- Berwudhu sebagaimana wudhu untuk melaksanakan sholat.
- Mengambil air lalu memasukkan jari-jari tangan ke sela-sela rambut hingga air merata ke kulit kepala.
- Menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga seluruh bagian kepala basah sempurna.
- Mengguyur seluruh tubuh dengan air secara merata.
- Mencuci kedua kaki sebagai penutup mandi.
Dalam pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan memastikan air mengalir ke seluruh bagian tubuh tanpa ada yang terlewat agar mandi sunnah dapat dilakukan dengan sempurna. Setelah mandi, detikers juga dianjurkan memakai pakaian terbaik, menggunakan wewangian, dan segera berangkat menuju tempat sholat Idul Adha.
Itulah penjelasan tata cara melaksanakan mandi sunnah Idul Adha lengkap dengan niat dan waktu terbaik untuk melaksanakannya. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(num/apl)
