Lusa, umat Islam akan didatangi 9 Dzulhijjah. Itu artinya, waktu mengerjakan puasa Arafah yang memiliki keutamaan agung telah tiba. Lalu, seperti apa bacaan niatnya?
Niat adalah bagian penting dari ibadah Islam yang tidak bisa dipisahkan. Tanpa niat, ibadah tidak bernilai apa-apa.
Dilansir buku Kehidupan Sehari-hari Seorang Muslim tulisan Dr Dadang Subarna, MSc, secara bahasa, niat berasal dari kata Arab nawa yang berarti 'bermaksud melakukan sesuatu'. Secara istilah, niat adalah keinginan hati yang disertai tujuan dalam melakukan sebuah amal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai urgensinya, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya." (HR Bukhari dan Muslim)
Kembali kepada puasa Arafah, yuk, simak bacaan niatnya lewat uraian di bawah ini!
Niat Puasa Arafah 26 Mei 2026
Dirujuk dari Buku Pintar Agama Islam: Panduan Lengkap Berislam Secara Kafah oleh Abu Aunillah Al-Baijury, lafal lengkap niat puasa Arafah adalah:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΉΩΨ±ΩΩΩΨ©Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Arti: "Sengaja aku berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Bolehkah Membaca Niat Puasa Arafah Siang Hari?
Sebagai seorang manusia yang tak luput dari kesalahan, ada kemungkinan kita telat bangun saat hari Arafah tiba. Misalnya saja, bangun pukul 8 pagi, sehingga tidak sempat membaca niat dan makan sahur.
Lalu, bolehkah membaca niat puasa Arafah siang hari?
Pertama-tama, perlu detikers ketahui, puasa sunnah itu ada dua jenis. Yang pertama, seperti dijelaskan Hari Ahadi dalam bukunya, Catatan Fikih Puasa Sunnah, adalah puasa sunnah yang tidak terikat waktu khusus. Kedua, puasa sunnah yang waktunya khusus, seperti Arafah, Asyura, dan enam hari Syawal.
Teruntuk puasa jenis pertama, detikers boleh menyusulkan niatnya siang hari. Dengan catatan, belum melakukan pembatal-pembatal puasa, seperti makan dan minum.
Namun, untuk jenis kedua, termasuk puasa Arafah, niatnya tidak bisa disusulkan siang hari. Itu artinya, detikers harus berniat sejak malam hingga sebelum Subuh. Sebab, jika disusulkan, maka puasa Arafah yang dikerjakan tidak genap 1 hari.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata:
"Puasa sunnah yang tertentu waktunya memiliki hukum yang sama seperti puasa wajib (yaitu harus berniat dari malam/sebelum Subuh). Jadi umpamanya, seseorang ingin berpuasa enam di bulan Syawal, maka dia harus berniat dari sebelum Subuh."
"Tidak sah (puasa enam Syawalnya) jika dia baru berniat di waktu siang, meskipun sah sebagai puasa sunnah yang tidak terikat." (Fath Dzil Jalali wal Ikram, VII/89)
Apakah Niat Puasa Arafah Harus Dibaca?
Polemik pelafalan niat memang masih menjadi topik hangat umat Islam. Sebagian ulama melarangnya karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah melafalkan. Yang lain justru menganggapnya sunnah.
Di antara ulama yang menganggap pelafalan niat bukan sunnah adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Ia berkata:
"Nabi Muhammad SAW, beliau sebelum bertakbiratul ihram tidak membaca apapun, beliau juga tidak melafalkan niat baik sebelum bersuci, sebelum sholat, sebelum berpuasa, sebelum berhaji, maupun ibadah-ibadah lain."
"Para Khulafaur Rasyidin juga demikian. Nabi Muhammad pun tidak pernah memerintahkan pada seorang pun untuk melafalkan niat...Seandainya melafalkan niat adalah hal yang dianjurkan maka tentunya sudah dilakukan oleh Nabi SAW dan pasti itu diketahui oleh umat Islam." (Majmu' al-Fatawa, XXII/221-222)
Di sisi lain, ada juga ulama yang menganggap perbuatan ini sunnah. Dirujuk dari laman NU Online, dalam kitab I'anah ath-Thalibin tulisan Sayyid Bakri, tertera keterangan:
"Niat itu dengan hati, dan tidak disyaratkan mengucapkannya. Tetapi mengucapkan niat itu disunnahkan." (Ianah ath-Thalibin, hal 221)
Terlepas dari mana pendapat yang benar, yang pasti niat puasa Arafah wajib ada di hati. detikers dapat meniatkannya sejak malam sehingga terhindar dari kemungkinan telat bangun sehingga gagal berpuasa Arafah.
Keutamaan Puasa Arafah
Tahukah detikers, puasa Arafah menyimpan keutamaan besar? Tidak tanggung-tanggung, orang yang mengerjakannya akan mendapat pengampunan dosa setahun lalu dan setahun mendatang.
Dikutip dari buku Fiqih Puasa oleh Dr Thoat Stiawan, MHI dkk, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar puasa itu dapat menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya." (HR Muslim no 1162)
Di samping itu, puasa Arafah dikerjakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, masuk 10 hari awal Dzulhijjah yang begitu dicintai Allah SWT. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah bersabda:
"Tidak ada hari-hari untuk berbuat amal shalih yang lebih Allah cintai melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah." (HR ash-Shahih)
Demikian pembahasan lengkap mengenai niat puasa Arafah dan hukum membacanya siang hari. Semoga bermanfaat, ya!

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal