Kamitetep sering kali tampak menempel di tembok atau dinding lemari pakaian. Namun, pernahkah detikers penasaran, dari mana makhluk yang berbentuk seperti seonggok kotoran berwarna abu-abu ini masuk rumah?
Dilansir Hulett Environmental Services dan Nature Pest, makhluk menyebalkan ini sebenarnya adalah fase larva atau ulat dari ngengat Phereoeca uterella (household casebearer). Larva ini sangat cerdas karena mampu merajut kantong pelindung dari air liur sutranya yang dicampur dengan partikel debu, pasir, dan sisa makanan, lalu membawanya berjalan ke mana pun ia pergi untuk mencari tempat ideal di rumah.
Meskipun lambat, Moth Prevention menyebutkan bahwa serangga ini aktif sepanjang tahun di dalam ruangan dan dapat berkembang biak dengan sangat cepat jika lingkungan rumah mendukung. Kehadirannya di rumah membawa dampak negatif yang cukup merugikan bagi penghuni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain merusak estetika dinding dengan kantong-kantongnya yang bergelantungan, larva kamitetep juga bertindak sebagai hama perusak properti. Mereka memiliki pola makan berbasis keratin, sehingga sangat gemar menggerogoti dan melubangi pakaian wol, kain sutra, karpet serat alami, hingga sofa kesayanganmu.
Oleh karena itu, penting bagi detikers untuk mengenali dari mana mereka datang, di mana mereka bersembunyi, serta bagaimana cara mencegahnya sebelum terjadi ledakan populasi yang merusak seisi rumah. Simak pembahasan lengkapnya melalui uraian di bawah ini, yuk!
3 Jalur Kamitetep Bisa Masuk Rumah
Menurut data dari Moth Prevention, ngengat dewasa pembawa larva kamitetep tidak muncul begitu saja di dalam rumah. Mereka biasanya menyusup melalui tiga jalur utama berikut:
- Jendela dan Pintu yang Terbuka: Ngengat dewasa sangat tertarik pada cahaya lampu rumah di malam hari. Mereka akan terbang masuk melalui ventilasi, pintu, atau jendela yang tidak dilengkapi kawat kasa, lalu mencari sudut lembap untuk bertelur.
- Kantong Belanjaan dan Kardus Paket: Telur atau larva berukuran mikro sering kali menempel pada barang-barang dari luar, seperti kantong belanjaan dari pasar tradisional atau kardus pembungkus paket kiriman yang sempat disimpan di gudang eksternal.
- Pakaian atau Hewan Peliharaan: Jika detikers habis beraktivitas di area luar ruangan yang dekat dengan sarang burung atau bangunan tua yang lembap, telur kamitetep bisa saja menempel pada serat baju atau bulu hewan peliharaan dan terbawa masuk ke dalam kamar.
Tempat Favorit Kamitetep Hidup di Rumah
Kamitetep adalah makhluk yang sangat bergantung pada kelembaban tinggi untuk bertahan hidup dan menyelesaikan siklus metamorfosisnya. Berdasarkan penjelasan dari Hulett Environmental Services, berikut adalah tempat-tempat di dalam rumah yang paling sering diincar oleh kamitetep.
- Kamar Mandi dan Dapur: Area di balik cermin, sekitar pipa bocor, atau sudut dinding yang sering terpapar uap air dan sirkulasi udaranya buruk.
- Lemari Pakaian dan Kamar Tidur: Tempat gelap di mana pakaian berbahan alami (seperti wol dan sutra) ditumpuk lama tanpa pernah dijemur atau dipindahkan.
- Garasi, Loteng, dan Basemen: Ruangan yang dipenuhi tumpukan kardus bekas, berdebu, jarang dibersihkan, dan dipenuhi jaring laba-laba.
Untuk memahami apa saja objek di dalam rumah yang bisa mengundang kedatangan mereka, Nature Pest merangkum beberapa jenis material dan barang favorit yang kerap menjadi sumber makanan kamitetep. Berikut daftarnya:
- Produk Hewani (Mengandung Keratin): Pakaian wol, kain sutra, karpet serat alami, bulu kemoceng, serta rambut manusia atau bulu hewan yang rontok di lantai.
- Bahan Nabati & Kertas: Pakaian katun, kain linen, kardus bekas, koran, dan tumpukan dokumen tua.
- Sisa Organik (Detritus): Debu rumah tangga, jaring laba-laba, sisa serat kain (lint), dan bangkai serangga kecil di sudut ruangan.
Cara Efektif Mencegah dan Membasmi Kamitetep di Rumah
Mengusir kamitetep tidak cukup hanya dengan menyingkirkan kantongnya dari dinding saja. detikers juga harus memutus rantai makanan dan mengubah kondisi lingkungan rumah agar tidak nyaman bagi mereka. Berikut langkah-langkah praktisnya berdasarkan informasi laman Moth Prevention, Nature Pest, dan Hulett Environmental Services.
1. Rutin Menyedot Debu
Langkah paling krusial adalah menyedot debu menggunakan vacuum cleaner secara rutin. Fokuslah pada sudut-sudut lantai, sela-sela lemari, bawah kasur, dan area di belakang furnitur. Cara ini efektif mengangkat telur, larva, jaring laba-laba, dan rambut rontok yang menjadi sumber makanan utama mereka.
2. Kendalikan Kelembapan Ruangan
Karena kamitetep menyukai tempat lembap, buatlah ruangan menjadi lebih kering. Kamu bisa menyalakan AC atau kipas angin untuk meningkatkan sirkulasi udara. Untuk area tertutup seperti lemari pakaian atau sudut kamar mandi, gunakan alat penyerap kelembapan (moisture absorber) komersial.
3. Tutup Celah dan Retakan pada Dinding
Gunakan caulk atau sealant untuk menambal retakan-retakan kecil di dinding atau kusen jendela. Retakan ini sering kali menjadi tempat favorit ngengat betina untuk menyembunyikan hingga 200 butir telurnya agar aman dari jangkauan manusia.
4. Gunakan Aroma Pengusir Alami
Ngengat pembawa kamitetep sangat membenci aroma yang kuat. Oleh karena itu, detikers bisa meletakkan kamper (mothballs) atau kantong kain berisi wewangian alami seperti minyak esensial lavender atau kayu cedar (cedarwood) di dalam lemari pakaian dan laci penyimpanan untuk menghalau mereka bertelur di sana.
Mengetahui jalur masuk kamitetep membuatmu bisa lebih waspada dalam menjaga kebersihan rumah. Kunci utama untuk terhindar dari gangguan hama Phereoeca uterella ini adalah konsistensi dalam membersihkan debu, meminimalkan penumpukan barang bekas, dan menjaga agar rumah tidak lembab.
Jika detikers menemukan invasi kamitetep yang sudah terlalu parah hingga merusak banyak pakaian, mengombinasikan pembersihan mandiri dengan bantuan jasa pembasmi hama profesional sangat disarankan untuk perlindungan jangka panjang yang lebih maksimal.
Nah, itulah sekilas pembahasan mengenai jalur masuk kamitetep ke rumah dan cara mencegah-membasminya. Semoga bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman