Bayi dari Rumah Penampungan Pakem Segera Dipertemukan dengan Ortunya

Bayi dari Rumah Penampungan Pakem Segera Dipertemukan dengan Ortunya

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Senin, 11 Mei 2026 17:16 WIB
Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengupayakan pemenuhan hak asal-usul bayi yang dievakuasi dari sebuah rumah di Pakem, Sleman.
Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengupayakan pemenuhan hak asal-usul bayi yang dievakuasi dari sebuah rumah di Pakem, Sleman. Dalam waktu dekat, dinas segera mempertemukan orang tua kandung dengan bayi tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, mengatakan proses evakuasi dilakukan pada Jumat (8/5) lalu. Saat proses evakuasi dari 11 bayi tersebut, dua anak telah diambil orang tua.

"Memang benar ada sebelas bayi. Yang dua itu sudah diambil oleh orang tua kandungnya melalui asesmen dari kita setelah dicek diasesmen dengan baik," kata Wawan saat dihubungi wartawan, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, tiga bayi setelah diperiksa harus dirujuk ke rumah sakit. Sedangkan 6 bayi lainnya dinyatakan sehat dan kini dirawat di Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA).

Wawan menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait termasuk kepolisian.

ADVERTISEMENT

"Kita tetap berkomitmen untuk mendahului, mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan hak-hak anak-anak tersebut, termasuk hak asal-usulnya harus kita lindungi," tegasnya.

Untuk itu, dinas akan mempertemukan anak dengan orang tua kandung guna membahas hak asuh. Wawan memastikan, sebelum memberikan hak asuh ke orang tua kandung, akan dilakukan asesmen bersama dengan pihak kepolisian dan instansi lainnya.

"Sebisa mungkin kami akan segera mempertemukan dengan ibu kandungnya atau orang tua kandungnya setelah melalui asesmen yang ketat itu ya," ujarnya.

"Iya, sebisa mungkin kan harus dikembalikan atau diambil orang tua kandungnya juga," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, menjelaskan awalnya petugas menerima informasi keberadaan belasan bayi di sebuah rumah dari perangkat kampung setempat.

"Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," kata Wiwit kepada wartawan, Senin (11/5).

Wiwit menjelaskan, 11 bayi tersebut kemudian dievakuasi pada dilakukan pada Jumat (8/5) sore bersama dinas terkait. Tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua bayi diambil orang tua, sementara enam bayi lainnya dievakuasi Dinas Sosial Sleman.

"Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Wiwit mengatakan total ada 11 orang yang sudah diperiksa. Meliputi bidan berinisial ORP yang membantu proses persalinan.

Kemudian wanita inisial K dan pria inisial S yang merupakan orang tua bidan tersebut. Hasil pemeriksaan, keduanya ikut membantu mengasuh bayi bersama seorang pembantu. Termasuk enam orang tua bayi.

"Saksinya sudah ada yang kami klarifikasi terhadap satu bidan, inisialnya, ORP. Terhadap pengasuhnya, yaitu Ibu K. Dibantu suaminya, Bapak S, dan satu pembantunya," kata Wiwit.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads