Penampakan Rumah Penampungan Bayi Ilegal di Pakem Sleman

Penampakan Rumah Penampungan Bayi Ilegal di Pakem Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Senin, 11 Mei 2026 16:07 WIB
Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026)
Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026). Foto: Jauhari Wawan S/detikJogja
Sleman -

Polisi dan dinas terkait mengevakuasi 11 bayi dari sebuah rumah di Kalurahan Hargobinangun, Pakem, Sleman. Proses evakuasi itu dilaksanakan pada jumat (8/5) lalu. Berikut penampakan rumah tempat penampungan belasan bayi itu.

Diketahui, bayi tersebut merupakan hasil dari hubungan di luar nikah. Proses persalinan dibantu oleh bidan berinsial ORP. Para orang tua kemudian menitipkan bayi tersebut ke bidan ORP dengan membayar Rp 50 ribu per hari.

Bidan tersebut membuka praktik di daerah Gamping. Lantaran sedang ada acara hajatan, bayi tersebut kemudian dibawa ke rumah orang tua ORP di daerah Pakem sejak sepekan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah tersebut berada di tengah area perkampungan dan dekat dengan rumah tetangga. Saat detikJogja ke lokasi, kondisi rumah sudah sepi. Warga sekitar yang hendak diminta keterangan memilih bungkam. Termasuk juga dukuh setempat.

ADVERTISEMENT
Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026)Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Adapun kondisi rumah tertutup dan sepi tak berpenghuni. Namun di depan masih ada pakaian bayi yang dijemur.

Saat mencoba mengintip isi rumah dari kaca jendela, tampak beberapa tumpuk kemasan popok bayi. Tampak pula beberapa galon air mineral berjejer di lantai.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi menjelaskan awalnya petugas menerima informasi keberadaan belasan bayi di sebuah rumah dari perangkat kampung setempat.

Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026)Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026) Foto: Jauhari Wawan S/detikJogja

"Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang," kata Wiwit kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Wiwit menjelaskan, 11 bayi tersebut kemudian dievakuasi pada dilakukan pada Jumat (8/5) sore bersama dinas terkait. Tiga bayi dirawat di rumah sakit, dua diambil orang tua, sementara enam bayi lainnya dievakuasi Dinas Sosial Sleman.

"Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Wiwit mengatakan total ada 11 orang yang sudah diperiksa. Meliputi bidan berinsial ORP yang membantu proses persalinan.

Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026)Penampakan rumah tempat 11 bayi yang dievakuasi petugas kepolisian dan dinas terkait di Hargobinangun, Pakem, Sleman, Senin (11/5/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Kemudian wanita inisial K dan pria inisial S yang merupakan orang tua bidan tersebut. Hasil pemeriksaan, keduanya ikut membantu mengasuh bayi bersama seorang pembantu. Termasuk enam orang tua bayi.

"Saksinya sudah ada yang kami klarifikasi terhadap satu bidan, inisialnya, ORP. Terhadap pengasuhnya, yaitu Ibu K. Dibantu suaminya, Bapak S, dan satu pembantunya," kata Wiwit.




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads