Kapal pesiar MV Hondius, yang saat ini terdampar dekat Cape Verde, jadi sorotan setelah virus hanta (hantavirus) merebak. Penumpang yang terjebak di kapal pun menangis karena situasi yang tidak pasti.
Dilansir detikHealth Kamis (7/5/2026), setidaknya tiga orang meninggal dan sejumlah orang lainnya jatuh sakit sejak kapal berlayar dari Argentina bulan lalu.
Salah satu penumpang asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, membagikan kisah emosionalnya tentang kehidupan di atas kapal yang dipenuhi ketidakpastian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bukan hanya sebuah cerita. Kami bukan hanya berita utama, kami adalah orang-orang dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah," kata Rosmarin sambil menangis, dikutip dari BBC.
Sekitar 150 orang dari 23 negara berada dalam dalam MV Hondius saat virus hanta terkonfirmasi, dengan lima kasus lainnya diduga muncul. Penyakit ini, meski langka, dikenal berbahaya, dan umumnya menyebar melalui hewan pengerat.
Kini, otoritas kesehatan bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah berpacu memeriksa sampel penumpang. WHO menduga virus telah menyebar di antara orang-orang di kapal.
Situasi sempat memanas setelah otoritas Spanyol mengizinkan kapal menuju Canary Islands untuk proses evakuasi dan perawatan medis. Sebelumnya, kapal itu ditolak masuk oleh pejabat Cape Verde.
Namun, pada Rabu, WHO mengungkap tiga pasien yang diduga terinfeksi telah dievakuasi dan dibawa ke Belanda untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Di tengah situasi itu, Rosmarin mengaku ketidakpastian menjadi hal paling berat yang dirasakan para penumpang.
"Ada banyak ketidakpastian dan itu adalah bagian tersulit. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, memiliki kejelasan, dan pulang," ujarnya lewat video di TikTok.
(apu/dil)












































Komentar Terbanyak
KPAI Ungkap Pengakuan Bidan Penampung 11 Bayi di Rumah Sleman
Mencuatnya Dugaan Kekerasaan Seksual Libatkan Dosen UPN Veteran Jogja
Respons Nadiem Makarim Usai Dituntut 18 Tahun Penjara