Kapan Waktu yang Tepat untuk Sholat Taubat? Begini Cara dan Bacaan Doanya

Kapan Waktu yang Tepat untuk Sholat Taubat? Begini Cara dan Bacaan Doanya

Arum Sekar Pertiwi - detikJogja
Senin, 04 Mei 2026 12:27 WIB
Ilustrasi Sholat
Ilustrasi Sholat Taubat (Foto: Rizky Sabriansyah/Pexels)
Jogja -

Sebagai manusia biasa, seorang muslim tidak luput dari perbuatan dosa, baik yang disadari maupun tidak. Tentunya, perbuatan dosa akan mendapatkan balasan yang setimpal. Meski demikian, Allah SWT membuka kesempatan bagi setiap pendosa untuk bertaubat. Taubat tersebut perlu dilakukan dengan niat yang kuat dan dianjurkan untuk diiringi dengan amal ibadah, seperti sholat Taubat.

Berdasarkan penjelasan di buku Shalatul Mu'min: Buku Induk Shalat oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, dalil sholat Taubat salah satunya tercantum dalam HR Abu Dawud dan Tirmidzi. Dalam hadits tersebut, Abu Bakar RA berkata pada Ali RA bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tidaklah seorang hamba berbuat dosa, lalu berwudhu dengan sempurna, kemudian berdiri mengerjakan sholat 2 rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah pasti akan mengampuninya."

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat Taubat? Simak penjelasannya yang dirangkum dari laman Islam QA dan buku Tata Cara Shalat Lengkap Wajib & Sunnah oleh Muhammad Sulaiman berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu Pelaksanaan Sholat Taubat

Sholat Taubat bisa dilaksanakan kapanpun. Bahkan, sholat Taubat boleh dilakukan di waktu-waktu diharamkannya sholat, seperti setelah waktu sholat Ashar. Hal ini dikarenakan sholat Taubat termasuk salah satu sholat yang dilakukan dengan sebab tertentu.

ADVERTISEMENT

Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa sholat dengan sebab tertentu, seperti sholat Tahiyatul Masjid, sholat Gerhana, hingga sholat Taubat, sebaiknya tidak ditunda pelaksanaannya. Menunda pelaksanaan sholat tersebut dapat menyebabkan seseorang melewatkannya. Oleh karena itu, seseorang yang berbuat dosa perlu segera bertaubat dan dianjurkan segera melaksanakan sholat taubat.

Taubat sendiri dapat diterima selama seorang muslim belum mengalami hal berikut.

  • Ruh Mencapai Tenggorokan (Saat Kematian): Dalam Sahih At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Allah akan menerima taubat hamba-Nya selama suara napas terakhir belum terdengar."
  • Matahari Terbit dari Barat (Tanda Kiamat): Penjelasan tentang tidak diterimanya taubat saat fenomena ini muncul tercantum dalam HR. Muslim yang berbunyi, "Barang siapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya."

Namun, kematian dan kiamat adalah rahasia Illahi yang tidak bisa diprediksi manusia. Oleh karena itu, taubat dan amalannya sebaiknya segera dilakukan dan tidak ditunda.

Tata Cara Sholat Taubat dan Doanya

Tata cara sholat Taubat sama dengan sholat sunnah pada umumnya. Biasanya, sholat Taubat dilakukan sebanyak 2 rakaat, tetapi sholat ini juga bisa dilakukan dalam 4 atau 6 rakaat.

Untuk mengawali sholat Taubat, seorang muslim perlu berniat terlebih dahulu. Bagi yang mengikuti pendapat sunnahnya melafalkan niat, bacaan niat sholat Taubat sebagai berikut.

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ

Ushalli sunnatat taubati.

Artinya: "Saya berniat sholat sunnah taubat."

Selain itu, detikers juga bisa menambahkan jumlah rakaat sholat dalam niat tersebut, sehingga bacaan niatnya menjadi seperti ini.

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taubati rok'ataini lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya berniat sholat sunnah taubat 2 rakaat karena Allah taala."

Setelah membaca niat, lakukan sholat dengan tata cara seperti sholat sunnah pada umumnya. Selepas sholat, bacalah istighfar dan doa-doa lainnya dengan penuh penyesalan dan niat yang kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa.

Doa yang dibaca setelah sholat taubat bisa disesuaikan dengan niat dan kehendak masing-masing. Selain itu, detikers juga bisa membaca doa berikut.

اَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ اَلَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وأَتُوبُ إلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُوْرًا

Astaghfirullahal azhiim, al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilahi taubata 'abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf'an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuraa.

Artinya: "Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Mahaagung. Saya mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah, Tuhan yang hidup terus terjaga. Saya memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudarat ataupun manfaat, untuk mati atau untuk hidup, maupun bangkit nanti."

Amalan Pengiring Sholat Taubat

Selain sholat Taubat, seorang Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Taha ayat 82 berikut.

وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Wa innî laghaffârul liman tâba wa âmana wa 'amila shâliḫan tsummahtadâ.

Artinya: "Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman, dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk."

Salah satu amalan terbaik untuk mengiringi taubat selain sholat Taubat adalah bersedekah. Anjuran untuk bersedekah salah satunya disebutkan dalam Al-Baqarah ayat 271, "Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik."

Demikian penjelasan tentang waktu pelaksanaan sholat taubat. Semoga menjawab, ya!

Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(num/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads