Massa dari berbagai elemen pekerja hingga mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Mei Melawan (A.M.E.L) memperingati Hari Buruh di depan Gedung DPRD DIY, Malioboro. Mereka membawa beberapa tuntutan pada aksi kali ini.
Pantauan detikJogja, massa mulai berkumpul di eks Taman Parkir Abu Bakar Ali sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian melakukan long march menuju DPRD DIY yang berada di Jalan Malioboro.
Setibanya di depan DPRD, massa membentangkan spanduk-poster bertuliskan 'Hentikan dan Cegah PHK' hingga 'Naikkan Upah Buruh'. Massa juga menjadikan satu mobil bak terbuka sebagai mimbar orasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humas A.M.E.L, Rival Umbu Djawa mengatakan isu buruh hingga pendidikan dibawa massa dalam aksi kali ini. Kebutuhan hidup layak (KHL) buruh masih menjadi perhatian serius.
"Kami sempat membangun tim riset kecil-kecilan (yang bergerak) di pasar-pasar untuk menganalisis upah yang seharusnya, secukupnya dengan KHL. Kebutuhan hidup layak itu berada kisaran Rp 6 juta," ungkap Rival di sela aksi, Jumat (1/5/2026).
Di sektor pendidikan, massa aksi menilai, biaya pendidikan dinilai semakin mahal. Terlebih adanya pemangkasan anggaran pendidikan yang banyak dialihkan ke anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Anggaran pendidikan yang seharusnya sekitar 20 persen dari APBN atau kisaran Rp 750 triliun itu ternyata tidak semua dialokasikan untuk pelayanan pendidikan. Paling besar malah dialokasikan pada BGN misalnya, itu kisaran Rp223 triliun," papar Rival.
Tujuan MBG yang disebut untuk mengatasi stunting, menurut Rival, tidak sesederhana itu. Pasalnya masih tingginya angka stunting lebih disebabkan karena daya beli masyarakat yang kurang.
"Kenapa daya beli masyarakat kurang? Itu tidak terlepas karena anggaran pendidikan mahal, upah jauh dari KHL," ungkap Rival.
"Ketika anggaran pendidikan dipangkas lagi, kemudian dialokasikan untuk MBG, jangankan untuk stunting. Orang mungkin tidak mampu untuk beli makan, karena harus mencukupi biaya pendidikan," pungkasnya.
Usai meneriakkan orasi-orasi secara bergantian, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib mulai pukul 17.00 WIB.

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Alasan di Balik Ditutupnya Belasan Dapur MBG di DIY