6 Fenomena Langit Mei 2026 Lengkap Jadwal dan Cara Lihatnya, Ada yang Menarik?

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJogja
Jumat, 01 Mei 2026 14:41 WIB
Ilustrasi Fenomena Langit Mei 2026 (Foto: Jack Taylor/Unsplash)
Jogja -

Memasuki bulan Mei 2026, langit malam akan dihiasi oleh berbagai fenomena langit yang sangat sayang untuk dilewatkan. Mulai dari kehadiran bulan purnama yang estetik hingga hujan meteor, rentetan peristiwa ini menawarkan pemandangan alam yang memukau bagi para pecinta astronomi.

Persiapan matang melalui jadwal yang tepat sangat diperlukan agar detikers tidak melewatkan momen puncak dari setiap kejadian tersebut. Beberapa fenomena dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang, sedangkan sebagian lainnya memerlukan tips khusus mengenai cara lihatnya agar tampak lebih jelas.

Di antara daftar tersebut, terdapat peristiwa menarik seperti "Blue Moon" langka yang akan menutup bulan dengan istimewa. Berikut adalah panduan lengkap seputar fenomena langit Mei 2026 yang patut dinantikan. Baca sampai tuntas agar tidak ketinggalan, ya, Dab!

Daftar Fenomena Langit Mei 2026

Berdasarkan data dari Time and Date, berikut adalah daftar fenomena astronomi yang dapat diamati sepanjang Mei 2026, lengkap dengan waktu lokal Jakarta (WIB).

1. Flower Moon (Purnama Bunga) pada 2 Mei 2026

Rangkaian peristiwa bulan ini akan dibuka dengan kemunculan Flower Moon atau Purnama Bunga yang mencapai puncak fase purnamanya pada 2 Mei 2026 pukul 00.23 WIB. Penamaan ini mengikuti tradisi masyarakat belahan bumi utara yang menandai musim mekarnya bunga di bulan Mei.

Kamu bisa menyaksikannya dengan mata telanjang di seluruh wilayah Indonesia sejak bulan terbit di ufuk timur saat matahari terbenam. Untuk mendapatkan visual yang lebih dramatis, gunakan binokular guna melihat kontras antara dataran gelap dan kawah-kawah cerah di permukaan bulan saat ia berada di titik tertingginya pada tengah malam.

2. Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid pada 6-7 Mei 2026

Memasuki minggu pertama, langit malam akan dihiasi oleh Hujan Meteor Eta Aquarid yang mencapai puncaknya pada malam antara 6 hingga 7 Mei 2026. Berasal dari puing-puing Komet Halley, meteor-meteor ini akan tampak melesat dari arah rasi bintang Aquarius mulai pukul 02.00 hingga 05.00 WIB.

Cara terbaik untuk menikmatinya adalah dengan mencari lokasi yang sangat gelap, berbaring menghadap ke timur, dan membiarkan mata beradaptasi dengan kegelapan tanpa bantuan alat optik apa pun karena meteor bergerak sangat cepat di area langit yang luas.

3. Earthshine Mornings (Cahaya Da Vinci) pada 12-13 Mei 2026

Pada fajar tanggal 12 dan 13 Mei 2026, detikers bisa menyaksikan fenomena "Cahaya Da Vinci" di mana bagian gelap dari bulan sabit tampak bersinar abu-abu redup akibat pantulan cahaya Matahari dari permukaan Bumi. Momen eksotis ini paling baik diamati sesaat sebelum matahari terbit di langit timur dengan kondisi langit yang cerah.

Meskipun bisa dilihat dengan mata telanjang, penggunaan teropong atau teleskop kecil akan mengungkap pemandangan spektakuler berupa siluet lingkaran bulan yang utuh meski hanya sebagian kecil sabitnya yang terkena sinar matahari langsung.

4. Super New Moon (Bulan Baru Super) pada 17 Mei 2026

Fenomena Bulan Baru Super akan terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 03.01 WIB, bertepatan dengan posisi Bulan yang berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee). Walaupun secara visual bulan tidak akan terlihat karena posisinya yang searah dengan Matahari, peristiwa ini memicu tarikan gravitasi yang kuat sehingga menyebabkan pasang air laut yang lebih tinggi dari biasanya. Ini adalah waktu paling sempurna bagi detikers untuk melakukan pengamatan bintang atau memotret galaksi Bima Sakti karena ketiadaan cahaya bulan membuat langit menjadi sangat gelap dan jernih.

5. Earthshine Nights (Cahaya Da Vinci Malam) pada 19-20 Mei 2026

Kembaran dari fenomena fajar sebelumnya, Earthshine akan kembali hadir pada malam tanggal 19 dan 20 Mei 2026 sesaat setelah matahari terbenam di ufuk barat. Sabit bulan awal yang sangat tipis akan ditemani oleh cahaya redup di sisi gelapnya, menciptakan visual yang sangat artistik untuk objek fotografi. Kamu cukup mencari posisi yang tidak terhalang oleh gedung atau pepohonan di arah barat, dan fenomena ini akan terlihat sangat jelas sebelum bulan ikut tenggelam menyusul matahari ke bawah cakrawala.

6. Micro Blue Moon (Purnama Biru Mikro) pada 31 Mei 2026

Mei akan ditutup secara istimewa oleh kemunculan Micro Blue Moon pada 31 Mei 2026 pukul 15.45 WIB, yang bisa diamati secara optimal di langit Indonesia pada malam harinya. Ini disebut Blue Moon karena merupakan purnama kedua dalam satu bulan kalender yang sama, sekaligus disebut Micromoon karena Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi (apogee).

Meskipun ukurannya akan tampak sekitar 14% lebih kecil dibandingkan purnama biasanya, fenomena langka ini tetap bisa disaksikan dengan mata telanjang di sepanjang malam dan menjadi objek yang sangat menarik untuk diamati menggunakan teleskop guna melihat perbandingan skalanya yang lebih mungil.

Tips Menyaksikan Fenomena Langit Mei 2026

Agar pengalaman mengamati langit lebih maksimal, berikut adalah beberapa tips yang disadur dari panduan NASA:

  1. Cari Lokasi yang Gelap: Hindari polusi cahaya kota. Area terbuka seperti lapangan luas, tepi pantai, atau dataran tinggi adalah lokasi terbaik untuk melihat bintang dan meteor dengan jelas.
  2. Adaptasi Mata: Berikan waktu 15 hingga 20 menit bagi mata untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan. Hindari melihat layar ponsel selama proses ini agar penglihatan malam tetap tajam.
  3. Gunakan Alat Bantu Jika Perlu: Binokular alias teropong sangat disarankan bagi pemula untuk melihat detail kawah bulan atau gugusan bintang. Sementara itu, teleskop digunakan jika ingin mengamati planet, cincin Saturnus, atau nebula yang lebih jauh.
  4. Gunakan Teknik Pengukuran Tangan: Untuk memperkirakan posisi objek di langit, gunakan lebar jari detikers di ujung lengan yang terentang. Satu jari kelingking setara dengan sekitar 1 derajat, sementara satu kepalan tangan setara dengan sekitar 10 derajat di langit.
  5. Pantau Cuaca: Pastikan langit dalam kondisi cerah (tidak mendung atau hujan) agar objek langit tidak tertutup awan.

Pastikan detikers mencatat tanggal-tanggal penting di atas dan siapkan peralatan observasi jika diperlukan. Selamat menikmati keindahan cakrawala di bulan Mei 2026!

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



Simak Video "Video: Matte Highlighter, Tren dari China yang Bikin Makeup Auto Level Up!"

(num/apl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork