Deretan Fenomena Langit April 2026, Pink Moon Hingga Hujan Meteor Lyrid

Deretan Fenomena Langit April 2026, Pink Moon Hingga Hujan Meteor Lyrid

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Selasa, 31 Mar 2026 22:01 WIB
First place in the 2021 IAU OAE Astrophotography Contest, category Meteor showers: Geminid Meteor Shower from China, by Dai Jianfeng, China. A meteor shower occurs when the Earth in its orbit around the Sun, passes through a debris trail left previously by a comet on its approach around the Sun. As the Earth enters this debris (small sand grain sized), they enter the atmosphere at high speeds and on parallel trajectories, burning completely leaving beautiful tracks (streaks) in the sky. These streaks can appear and disappear in the blink of an eye, or last much longer. On rare occasions the debris originates from asteroids, as in the case of the Geminid meteor shower, shown in this image, picturing many streaks of debris captured in the sky of China in 2017. Due to relative motions and perspective, the shower appears to come from one single point, known as the radiant point, beautifully pictured in this image. This is similar to driving in a car on a rainy day without any wind, looking out the front window it seems that the rain is coming directly towards the window, when in fact the rain is falling vertically downwards. Link:  See image in Zenodo
Foto: Ilustrasi hujan meteor (Dai Jianfeng/IAU OAE/Jeff Dai/Wikimedia Commons/CC BY 4.0)
Palembang -

Fenomena langit merupakan peristiwa astronomi yang kerap dinantikan banyak orang. Bagi penggemar benda langit atau para astrophile, bulan April akan diramaikan oleh berbagai fenomena menarik.

Sejumlah fenomena tersebut juga menjadi momen yang tepat untuk diabadikan melalui foto dan video. Selain indah, kemunculannya juga dapat menambah pengetahuan tentang dunia astronomi.

Berikut detikSumbagsel sajikan mengenai fenomena langit April 2026. Yuk simak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deretan Fenomena Astronomi April 2026 Beserta Jadwalnya

Dilansir dari laman NASA Science, detikEdu, daily galaxy dan sumber lainnya. Berikut sejumlah fenomena langit pada April 2026, di antaranya:

1. Segitiga Musim Semi

Sepanjang April 2026, detikers dapat mencoba mencari pola bintang yang disebut sebagai Segitiga Musim Semi. Pola ini dapat terlihat di langit tenggara sekitar pukul 22.00 dan cukup mudah dikenali karena terdiri dari tiga bintang terang yang membentuk segitiga. Ketiga bintang tersebut antara lain Arcturus, Denebola, dan Spica.

ADVERTISEMENT

Arcturus tampil mencolok karena berwarna orange dengan cahaya paling terang. Denebola tampak lebih redup tetapi dapat dilihat dengan mata telanjang dan Spica berwarna kebiruan dan lebih dekat ke cakrawala.

2. Pink Moon

Fenomena Pink Moon diprediksi terjadi pada Rabu, 1 April 2026. Meski disebut "pink moon", bukan berarti bulan ini berwarna pink, julukan tersebut berasal dari tradisi masyarakat yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga phlox di musim semi.

Dengan kata lain, warna bulan tetap sama seperti biasa, yakni putih terang atau kekuningan, tergantung kondisi atmosfer saat diamati.

3. Merkurius pada Elongasi Terbaik

Fenomena astronomis berikutnya adalah Merkurius berada dalam elongasi terbaiknya pada 3 April 2026. Pada tanggal ini, Merkurius akan berada pada titik paling terlihatnya sepanjang tahun.

Merkurius merupakan planet yang cukup sulit dilihat karena dekat dengan Matahari. Tetapi pada saat elongasi terbesar, cahayanya tidak terlalu tertutup silau Matahari dan bahkan tampak lebih terang.

Untuk dapat melihat planet ini, lihatlah ke arah timur sebelum Matahari terbit. Planet tersebut akan berada sangat rendah di cakrawala, tepat di atas Mars.

4. Perihelion Komet MAPS

Sebuah komet baru bernama C/2026 A1 (MAPS) digadang gadang akan sangat terang pada 4 April 2026 mendatang. Akan tetapi, hal tersebut masih belum dapat dipastikan lebih lanjut dan menunggu kepastian peristiwa di tanggal tersebut.

5. Komet C/2025 R3

Fenomena astronomis tersebut dapat dilihat pada Jumat, (17/3/2026) dan berpotensi menjadi salah satu yang paling terang di tahun ini.

Komet ini dapat diamati pada dini hari di langit timur, ada di antara konstelasi Pegasus dan di atas Pisces. Waktu pengamatan yang ideal adalah saat langit masih gelap menjelang matahari terbit dan pilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya seperti lampu kota.

6. Hujan Meteor Lyrid

Fenomena astronomis lainnya adalah hujan meteor Lyrid yang akan mencapai puncaknya pada 21-22 April. Hujan meteor ini berasal dari puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Thatcher.

Lyrid dikenal sebagai hujan meteor tahunan yang cukup stabil. Detikers dapat mengamatinya sekitar pukul 22.00 hingga menjelang subuh dengan arah pandang ke langit timur, dekat bintang Vega di konstelasi Lyra.

7. Komet C/2025 R3 Berada di Titik Terdekat

Pada 26 hingga 27 April 2026, komet C/2025 R3 diprediksi berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi, yakni sekitar 44 juta mil. Dalam skala perhitungan astronomi, jarak ini cukup dekat sehingga komet tampak sedikit lebih terang.

Namun, posisinya yang semakin dekat dengan Matahari membuat waktu pengamatannya menjadi terbatas. Meski demikian, komet tersebut masih dapat diamati pada dini hari di arah timur sebelum langit mulai terang. Pengamatan akan lebih jelas jika menggunakan bantuan teleskop.

8. Bulan Berdekatan dengan Spica

Pada Minggu, (29/3/2026) terjadi fenomena di mana Bulan tampak berdekatan dengan bintang Spica. Fenomena ini dapat diamati sejak setelah matahari terbenam hingga malam hari, dengan posisi di langit tenggara lalu bergerak ke barat daya hingga dini hari.

Momen ini jadi kesempatan baik untuk dapat mengenal Spica lebih mudah, karena cahayanya akan tampak dekat dengan Bulan yang lebih terang.

Demikian deretan fenomena langit yang akan diprediksi terjadi pada bulan April 2026. Semoga bermanfaat.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads